Peringatan:
Informasi yg termuat berikut ini bisa jadi hanya berfokus pada
satu sisi saja sesuai dengan judulnya. Karena itu jangan
dipertanyakan keseimbangan isi pemberitaan.
Walau demikian, informasi ini bisa dijadikan penyeimbang untuk
berita2 sejenis dari sisi lain.
Intinya adalah saya hanya ingin menyampaikan bahwa selain
pihak Islam, pihak Kristen juga jadi korban pada peristiwa Maluku.
Mungkin ngga ada salahnya mulai dipikirkan untuk merubah nama
Maluku menjadi Banggaku agar peristiwa2 memalukan ini bisa
segera dihentikan.

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


-------
FWD
-------
Peta Kerusakkan wilayah jemaat-jemaat Kristen Di Halmahera


I.Kronologi Bentrokan Massa di Pulau Halmahera

  1.. Selasa, 22 juni 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di desa Bataka & Talaga Kecamatan Ibu yang
diawali adanya penyerangan kelompok Muslim.

  2.. Rabu, 18 Agustus dan 24 Oktober 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di wilayah Malifut, Sosol, Waengotak & Kao,
yang juga diawali adanya serangan kelompok Muslim.

  3.. Rabu, 3-4 November 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di Tidore, ibukota kabupaten Halmahera. Pada
peristiwa ini Pdt. Ari Risakotta, pendeta GPM dibunuh.

  4.. Jumat, 5-11 November 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di kota madya Ternate.

  5.. Minggu, 7 November 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di desa Lola, kecamatan Payahe. Penyerangan
dilakukan pada saat warga Kristen sedang melangsungkan Ibadah Minggu dan
semua jemaat yang menghadiri ibadah tersebut tewas dibunuh. Sejumlah
anak-anak dimasukkan dalam karung dan dipukuli sementara anak remaja diikat
dan dibuang. [ada saksi hidup atas peristiwa ini].

  6.. Selasa, 9-12 November 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen maupun gedung
gereja oleh massa Muslim di desa Yerhu, Gita, Siokona, Akelamo, Roi,
Paceda, kecamatan Payahe.

  7.. Kamis, 11, 20,28 November 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim dari desa Folai ke desa Durian, Bosso, Dorro,
kecamatan Gani Barat.

  8.. Minggu, 5-6 Desember 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di desa Sosowomo dan Tilope. Pada
penyerangan hari pertama, massa penyerang dari warga muslim desa Loleo sempat
terjebak dan menyerah dalam bentrokan tersebut. Namun mereka
diperbolehkan pulang ke desannya setelah adanya kesepakatan damai antara
kedua belah pihak. Keesokan harinya, massa muslim ini meminta bantuan
pasukan dari warga muslim di kecamatan Payehe untuk membantu mereka lengkap
dengan senjata organik. Setelah itu, gabungan kedua kekuatan ini praktis
menyerang dan membumi-hanguskan kedua desa Kristen di atas.

  9.. Minggu, 26-27 Desember 1999
  Terjadi bentrokan pembakaran rumah-rumah warga antara massa Muslim dan
massa Kristen di Tobelo, ibukota kecamatan Tobelo dan desa Gorua,
kecamatan Tobelo. Pecahnya kerusuhan ini diawali adanya pelemparan
rumah-rumah orang Kristen di malam hari oleh warga Muslim yang kemudian
disusul
terbakarnya sebuah rumah warga Kristen. Akibatnya, keesokan paginya
terjadilah upaya balas-membalas di antara kedua pihak. Pada malam pra-kondisi
kerusuhan, sekitar 5 Km dari kota Tobelo, sebuah gereja dibakar. Kebakaran
ini ikut memancing kemarahan masyarakat Kristen di Tobelo.

  10.. Senin, 27 Desember 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di deas Dokulamo, Ngidiho, Soakonora, Togawa,
Seki, kecamatan Galela.

  11.. Jumat, 31 Desember 1999
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di Wari, Gorua, Popilo, kecamatan Tobelo dan
desa Mamuya, kecamatan Galela.

  12.. Sabtu, 1 Januari 2000
  Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen dan gedung
gereja oleh massa Muslim di Tuada, Todowongi kecamatan Jailolo.

  13.. Minggu, 2 Januari 2000
Terjadi penyerangan dan pembakaran rumah-rumah warga Kristen oleh massa
Muslim di desa Jailolo, kecamatan Jailolo.

II. Data kerusakan wilayah dan Korban

Berangkat dari data di atas, dapat dicatat bahwa kerusuhan di pulau Halmahera
telah meluas hingga ke 10 daerah wilayah administrasi kecamatan, kebupaten
hingga kotamadya dan kurang lebih 33 desa. Dari ke 33 desa ini, ada 17 daerah
pemukiman atau desa Kristen yang telah dihancurkan bersama dengan 35
buah gedung gerejanya. Sedangkan jumlah mesjid yang dibakar dalam kerusuhan
ini, kurang lebih berjumlah 5 buah. Korban jiwa hingga saat ini belum bisa
terdata dengan baik dan akurat akibat eskalasi dan frekwensi kerusuhan yang
terjadi setiap saat. Pihak Gereja Masehi Injil Halmahera misalnya, masih terus
mendata jumlah korban jiwa dari pihak warga jemaatnya supaya terhindar dari
penyebutan angka spekulatif seperti yang dilansir dan didramatisir dalam
pemberitaan harian republika, 4 Januari 2000 mengenai adanya pembantaian 800
orang.



Ke-17 wilayah pemukiman Kristen/desa yang dihancurkan bersama dengan gedung
gerejanya a.l:

  1.. Doro ( 1 Gedung gereja dibakar)
  2.. Durian ( 1 Gedung gereja dibakar)
  3.. Tilope ( 1 Gedung gereja dibakar)
  4.. Sosowomo ( 1 Gedung gereja dibakar)
  5.. Payahe ( 1 Gedung gereja dibakar)
  6.. Gita ( 1 Gedung gereja dibakar)
  7.. Lola ( 1 Gedung gereja dibakar)
  8.. Siokona ( 1 Gedung gereja dibakar)
  9.. Roy ( 1 Gedung gereja dibakar)
  10.. Dokulamo ( 1 Gedung gereja dibakar)
  11.. Paceda ( 1 Gedung gereja dibakar)
  12.. T idore ( 3 Gedung gereja dibakar)
  13.. Ternate ( 14 Gedung gereja dibakar)
  14.. Soakonora-Jailolo ( 1 Gedung gereja dibakar)
  15.. Malifut ( 4 Gedung gereja dibakar)
  16.. Gorua ( 1 Gedung gereja dibakar)
  17.. Todowongi ( 1 Gedung gereja dibakar)

Sumber data: GMIH

YAYASAN SAGU

Solidaritas Anak Negeri Maluku

Kirim email ke