Sampai kapan semua penderitaan ini akan berakhir?.... :-(

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu


-------
FWD
-------
Agresi Milisi - Situasi Ambon, 02.00 WIT, 2 Januari 2000
                                              Laporan Yayasan SAGU

        Dari Ambon dikabarkan bahwa titik kerusuhan masih terjadi di kawasan
Ponegoro. Sementara itu, berita bahwa kota Masohi telah dikuasai oleh Massa
        Muslim, telah membuat beberapa desa yang berada di sekitar Masohi
panik dan mulai mempersiapkan gerak evakuasi spontan ke wilayah
        gunung-gunung. Dari Masohi sendiri diketahui ada 12 milisi Jihad yang
dipersenjatai. Tiga buah gereja telah dibumihangiskan di sana, yakni 1 gereja
        Pantekosta dan dua buah gedung Gereja Protestan Maluku yakni di pusat
kota Masohi dan di Letwaru. Mobilisasi massa penyerang dari pulau seram
        yang sedang bergerak menuju ke pulau Saparua dengan menggunakan
angkutan Laut Landen Milik John Pattisahusiwa, dikabarkan berhasil dihalau
        kapal TNI-AL yang sementara berjaga di wilayah laut P.Saparua
&Haruku. Sehubungan dengan agresi milisi ini, memang pernah terdengar
informasi
        bahwa ada kurang lebih 2600 milisi Jihad dipersiapkan dan dilatih di
pulau Banda untuk dikirim ke Ambon dan berbagai wilayah di Maluku. Sejak
        meletusnya kerusuhan di Pulau Banda, tidak ada lagi gereja maupun
orang Kristen yang berdiam di sana.

        Sebuah kabar yang menyedihkan terdengar dari kawasan Urimeseng-kota
Ambon mengenai anak kecil berusia 2 tahun yang tertembak di bagian mata
        dua hari yang lalu. Berikutnya, akibat berkeliarannya para sniper dan
jatuhnya daerah Pohon Pule, maka jalur evakuasi warga Kristen dari kota Ambon
        menuju ke rumah sakit Umum tidak lagi bisa menggunakan jalan raya.
Jalur alternatif yang dipakai ialah dimulai dari kawasan Batu Gajah atas
menuju
        daerah Kusu-Kusu [lintasan punggung bukit], selanjutnya turun menuju
ke kawasan Mangga dua sebelum memasuki daerah Batu Gantung dan tiba di
        Kudamati. Konsekwensi jalur "punggung gunung" ini ialah waktu tempuh
perjalanan semakin lama dan sangat membahayakan keadaan korban.
        Sementara itu, dari puing-puing desa Hulaliu, dikabarkan bahwa
ditemukan berbagai selongsongan peluru senjata AK-47, peluru kaliber 9,7, SMR
Minim
        dan sejumlah kotak peluru.

        Hingga saat ini team SAGU belum berhasil meliput secara lengkap
berbagai kejadian kerusuhan di pulau Seram, pulau Buru maupun di kawasan pulau
        Halmahera sebagai akibat keterbatasan daya dan dana. Apalagi salah
seorang juru kamera SAGU tertembak dan masih dirawat saat bertugas meliput
        pembakaran gedung gereja Silo.

        YAYASAN SAGU - Solidaritas Anak Negeri Maluku

Kirim email ke