Mungkin lebih tepatnya, sampai kapankah muslim dapat dipunahkan di Ambon?
Bukti otentik adalah terusirnya ratusan ribu pendatang dari Sulawesi.
Keberhasilan mengusir ratusan ribu muslim mengapa pula tidak dpat disusul
dengan keberhasilan membunuh yang tersisa? Hidup Serbia raya Ambon...:)


>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: AMBON: Agresi Milisi
>Date: Thu, 6 Jan 2000 10:48:40 EST
>
>Sampai kapan semua penderitaan ini akan berakhir?.... :-(
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>
>-------
>FWD
>-------
>Agresi Milisi - Situasi Ambon, 02.00 WIT, 2 Januari 2000
>                                               Laporan Yayasan SAGU
>
>         Dari Ambon dikabarkan bahwa titik kerusuhan masih terjadi di
>kawasan
>Ponegoro. Sementara itu, berita bahwa kota Masohi telah dikuasai oleh Massa
>         Muslim, telah membuat beberapa desa yang berada di sekitar Masohi
>panik dan mulai mempersiapkan gerak evakuasi spontan ke wilayah
>         gunung-gunung. Dari Masohi sendiri diketahui ada 12 milisi Jihad
>yang
>dipersenjatai. Tiga buah gereja telah dibumihangiskan di sana, yakni 1
>gereja
>         Pantekosta dan dua buah gedung Gereja Protestan Maluku yakni di
>pusat
>kota Masohi dan di Letwaru. Mobilisasi massa penyerang dari pulau seram
>         yang sedang bergerak menuju ke pulau Saparua dengan menggunakan
>angkutan Laut Landen Milik John Pattisahusiwa, dikabarkan berhasil dihalau
>         kapal TNI-AL yang sementara berjaga di wilayah laut P.Saparua
>&Haruku. Sehubungan dengan agresi milisi ini, memang pernah terdengar
>informasi
>         bahwa ada kurang lebih 2600 milisi Jihad dipersiapkan dan dilatih
>di
>pulau Banda untuk dikirim ke Ambon dan berbagai wilayah di Maluku. Sejak
>         meletusnya kerusuhan di Pulau Banda, tidak ada lagi gereja maupun
>orang Kristen yang berdiam di sana.
>
>         Sebuah kabar yang menyedihkan terdengar dari kawasan
>Urimeseng-kota
>Ambon mengenai anak kecil berusia 2 tahun yang tertembak di bagian mata
>         dua hari yang lalu. Berikutnya, akibat berkeliarannya para sniper
>dan
>jatuhnya daerah Pohon Pule, maka jalur evakuasi warga Kristen dari kota
>Ambon
>         menuju ke rumah sakit Umum tidak lagi bisa menggunakan jalan raya.
>Jalur alternatif yang dipakai ialah dimulai dari kawasan Batu Gajah atas
>menuju
>         daerah Kusu-Kusu [lintasan punggung bukit], selanjutnya turun
>menuju
>ke kawasan Mangga dua sebelum memasuki daerah Batu Gantung dan tiba di
>         Kudamati. Konsekwensi jalur "punggung gunung" ini ialah waktu
>tempuh
>perjalanan semakin lama dan sangat membahayakan keadaan korban.
>         Sementara itu, dari puing-puing desa Hulaliu, dikabarkan bahwa
>ditemukan berbagai selongsongan peluru senjata AK-47, peluru kaliber 9,7,
>SMR
>Minim
>         dan sejumlah kotak peluru.
>
>         Hingga saat ini team SAGU belum berhasil meliput secara lengkap
>berbagai kejadian kerusuhan di pulau Seram, pulau Buru maupun di kawasan
>pulau
>         Halmahera sebagai akibat keterbatasan daya dan dana. Apalagi salah
>seorang juru kamera SAGU tertembak dan masih dirawat saat bertugas meliput
>         pembakaran gedung gereja Silo.
>
>         YAYASAN SAGU - Solidaritas Anak Negeri Maluku

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke