Salam Permias,
Daripada kita saling bertikai, marilah kita berlomba-lomba dalam berbuat
kebaikan.
Jabat erat,
Ahmad Syamil
Toledo, OH
------------------------- forwarded message ---------
Djoko Luknanto <[EMAIL PROTECTED]>
Ini adalah berita lengkap mengenai Tim Dr Imam Prasodjo yang
berangkat ke Halmahera, lengkap dengan nomor rekeningnya. Ayo
berlomba-lomba memberi dana
Dr Syafiq menyatakan, sebagai organisasi
kemanusiaan yang baru terbentuk, MER-C membutuhkan
bantuan dana dari masyarakat. Sumbangan di
antaranya dapat dikirimkan ke rekening MER-C di
Bank BNI Cabang Kramat No 017.001129556.001.
-- Djoko Luknanto-Jack la Motta
http://fly.to/la_Family
Jumat, 7 Januari 2000
Lima Dokter UI ke Halmahera
Jakarta, Kompas
Lima dokter lulusan Universitas Indonesia (UI)
yang tergabung dalam MER-C (Medical Emergency
Rescue Committee) hari Kamis (6/1) dini hari
berangkat ke Pulau Halmahera, Maluku Utara, untuk
membantu para pengungsi akibat konflik di wilayah
Halmahera Utara. Rombongan MER-C berangkat bersama
rombongan Menteri Negara Masalah Kemasyarakatan
Anak Agung Gede Agung dan Majelis Ulama Indonesia
(MUI) dengan pesawat Hercules dari Bandara Halim
Perdanakusuma, Jakarta.
Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh
Presidium I MER-C, dr Syafiq Basamalah MHA SpBO,
MER-C memperoleh dukungan Yayasan Nurani Indonesia
yang dipimpin sosiolog UI Dr Imam Prasodjo yang
juga ikut berangkat dalam rombongan. Tim medis
MER-C langsung dipimpin oleh Ketua Presidium-nya,
ahli bedah tulang dr Joserizal Jurnalis SpBO,
didukung empat dokter umum yaitu dr Yogi Prabowo,
dr Wahyu Widodo, dr Indragiri, dan dr Herman
Darmawan. Mereka yang berangkat ini telah
berpengalaman dalam penanganan kasus gawat darurat
dan bedah di daerah konflik Ambon dan Tual.
Tujuan pemberangkatan tim medis ini adalah
memberikan pelayanan medis langsung di daerah
konflik di mana korban kerusuhan tidak mendapat
pelayanan medis yang layak. Tim ini selain membawa
obat-obatan untuk pelayanan poliklinik umum,
makanan tambahan, dan pakaian layak pakai, juga
dipersiapkan untuk membuka "rumah sakit bedah" dan
"ruang operasi darurat".
Menurut dr Syafiq Basalamah, kendati MER-C adalah
organisasi medis Islam dengan logo bulan sabit
merah dan bulatan dunia, sebagai dokter atau calon
dokter maka para anggota MER-C tetap harus
membantu korban kerusuhan tanpa memandang agama.
Hal ini juga dikemukakan oleh Henri Dotulo,
anggota Seksi Logistik MER-C dalam jumpa pers di
Masjid Al Azhar, Rabu lalu, bahwa dalam kerusuhan
di Ambon dan tual para anggota MER-C telah
melakukan 29 operasi, di antaranya ada yang
dirujuk ke RSCM.
Menurut Dotulo, dalam penanganan korban kerusuhan
dan pengungsi tragedi Ambon, memang terdapat
ketidaknetralan dan keberpihakan tenaga medis yang
ada. Distribusi bantuan baik berupa logistik
maupun pelayanan medis yang diberikan kepada kedua
pihak yang bertikai juga tidak adil dan merata.
"Kami melihat PMI juga tidak proporsional membagi
bantuan makanan," katanya.
Dr Syafiq menyatakan, sebagai organisasi
kemanusiaan yang baru terbentuk, MER-C membutuhkan
bantuan dana dari masyarakat. Sumbangan di
antaranya dapat dikirimkan ke rekening MER-C di
Bank BNI Cabang Kramat No 017.001129556.001.
Seruan Menkes
Sementara itu, Menteri Kesehatan dr Ahmad Sujudi
MHA dalam suratnya kepada para pemimpin redaksi
media massa hari Kamis menyatakan bahwa Propinsi
Maluku saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga
medis untuk membantu pelayanan kesehatan yang
terkendala akibat kerusuhan.
Personel yang dibutuhkan, 25 dokter spesialis, 10
dokter umum, lima penata anestesi, dan 10 perawat.
Lama penugasan enam bulan, dan penugasan akan
dikaitkan dengan masa bakti. Pemberangkatan akan
dilakukan dalam waktu singkat. Pendaftaran bagi
mereka yang terpanggil dapat dilakukan ke Kepala
Biro Kepegawaian Depkes, Jl HR Rasuna Said Blok X5
Kapling No 4-9, Jakarta, telepon (021) 5201596,
faksimile: (021) 5223015 dan 5268514, serta
e-mail: [EMAIL PROTECTED] atau
[EMAIL PROTECTED] (ij)
--------------------------------------------------
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/07/IPTEK/lima09.htm