Bravo Bung Syamil dan Rekan Permias@ lainnya,
Tulisan atau forward seperti ini yang jelas menunjukkan
jati diri kita sebagai seorang Intelektual.
Saya mengharapkan agar kita disini lebih dewasa dalam
melihat atau mendiskusikan suatu permasalahan di Indonesia
dengan cara yang positif. Apalagi bagi kita yang kurang
mengetahui dengan 'persis' apa yang sesungguhnya terjadi.
Semoga Pemerintah RI (yang legitimate) akan dapat mencari
jalan keluar yang terbaik dari permasalahan dan 'tekanan'
kiri-kanan yang terjadi pada saat ini.
Salam,
bRidWaN
..
At 08:05 AM 1/8/00 -0500, A. Syamil wrote:
>
>Salam Permias,
>
>Daripada kita saling bertikai, marilah kita berlomba-lomba
>dalam berbuat kebaikan.
>
>Jabat erat,
>
>Ahmad Syamil
>Toledo, OH
>
>------------------------- forwarded message ---------
>
>
>Djoko Luknanto <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Ini adalah berita lengkap mengenai Tim Dr Imam Prasodjo yang
>berangkat ke Halmahera, lengkap dengan nomor rekeningnya. Ayo
>berlomba-lomba memberi dana
>
>Dr Syafiq menyatakan, sebagai organisasi
>kemanusiaan yang baru terbentuk, MER-C membutuhkan
>bantuan dana dari masyarakat. Sumbangan di
>antaranya dapat dikirimkan ke rekening MER-C di
>Bank BNI Cabang Kramat No 017.001129556.001.
>
>-- Djoko Luknanto-Jack la Motta
> http://fly.to/la_Family
>
>
>Jumat, 7 Januari 2000
>
>Lima Dokter UI ke Halmahera
>
>Jakarta, Kompas
>
>Lima dokter lulusan Universitas Indonesia (UI)
>yang tergabung dalam MER-C (Medical Emergency
>Rescue Committee) hari Kamis (6/1) dini hari
>berangkat ke Pulau Halmahera, Maluku Utara, untuk
>membantu para pengungsi akibat konflik di wilayah
>Halmahera Utara. Rombongan MER-C berangkat bersama
>rombongan Menteri Negara Masalah Kemasyarakatan
>Anak Agung Gede Agung dan Majelis Ulama Indonesia
>(MUI) dengan pesawat Hercules dari Bandara Halim
>Perdanakusuma, Jakarta.
>
>Menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh
>Presidium I MER-C, dr Syafiq Basamalah MHA SpBO,
>MER-C memperoleh dukungan Yayasan Nurani Indonesia
>yang dipimpin sosiolog UI Dr Imam Prasodjo yang
>juga ikut berangkat dalam rombongan. Tim medis
>MER-C langsung dipimpin oleh Ketua Presidium-nya,
>ahli bedah tulang dr Joserizal Jurnalis SpBO,
>didukung empat dokter umum yaitu dr Yogi Prabowo,
>dr Wahyu Widodo, dr Indragiri, dan dr Herman
>Darmawan. Mereka yang berangkat ini telah
>berpengalaman dalam penanganan kasus gawat darurat
>dan bedah di daerah konflik Ambon dan Tual.
>
>Tujuan pemberangkatan tim medis ini adalah
>memberikan pelayanan medis langsung di daerah
>konflik di mana korban kerusuhan tidak mendapat
>pelayanan medis yang layak. Tim ini selain membawa
>obat-obatan untuk pelayanan poliklinik umum,
>makanan tambahan, dan pakaian layak pakai, juga
>dipersiapkan untuk membuka "rumah sakit bedah" dan
>"ruang operasi darurat".
>
>Menurut dr Syafiq Basalamah, kendati MER-C adalah
>organisasi medis Islam dengan logo bulan sabit
>merah dan bulatan dunia, sebagai dokter atau calon
>dokter maka para anggota MER-C tetap harus
>membantu korban kerusuhan tanpa memandang agama.
>Hal ini juga dikemukakan oleh Henri Dotulo,
>anggota Seksi Logistik MER-C dalam jumpa pers di
>Masjid Al Azhar, Rabu lalu, bahwa dalam kerusuhan
>di Ambon dan tual para anggota MER-C telah
>melakukan 29 operasi, di antaranya ada yang
>dirujuk ke RSCM.
>
>Menurut Dotulo, dalam penanganan korban kerusuhan
>dan pengungsi tragedi Ambon, memang terdapat
>ketidaknetralan dan keberpihakan tenaga medis yang
>ada. Distribusi bantuan baik berupa logistik
>maupun pelayanan medis yang diberikan kepada kedua
>pihak yang bertikai juga tidak adil dan merata.
>"Kami melihat PMI juga tidak proporsional membagi
>bantuan makanan," katanya.
>
>Dr Syafiq menyatakan, sebagai organisasi
>kemanusiaan yang baru terbentuk, MER-C membutuhkan
>bantuan dana dari masyarakat. Sumbangan di
>antaranya dapat dikirimkan ke rekening MER-C di
>Bank BNI Cabang Kramat No 017.001129556.001.
>
>Seruan Menkes
>
>Sementara itu, Menteri Kesehatan dr Ahmad Sujudi
>MHA dalam suratnya kepada para pemimpin redaksi
>media massa hari Kamis menyatakan bahwa Propinsi
>Maluku saat ini sangat membutuhkan tambahan tenaga
>medis untuk membantu pelayanan kesehatan yang
>terkendala akibat kerusuhan.
>
>Personel yang dibutuhkan, 25 dokter spesialis, 10
>dokter umum, lima penata anestesi, dan 10 perawat.
>Lama penugasan enam bulan, dan penugasan akan
>dikaitkan dengan masa bakti. Pemberangkatan akan
>dilakukan dalam waktu singkat. Pendaftaran bagi
>mereka yang terpanggil dapat dilakukan ke Kepala
>Biro Kepegawaian Depkes, Jl HR Rasuna Said Blok X5
>Kapling No 4-9, Jakarta, telepon (021) 5201596,
>faksimile: (021) 5223015 dan 5268514, serta
>e-mail: [EMAIL PROTECTED] atau
>[EMAIL PROTECTED] (ij)
>
>--------------------------------------------------
>http://www.kompas.com/kompas-cetak/0001/07/IPTEK/lima09.htm
>
>