In a message dated 1/13/00 2:30:31 AM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> dear Mr. Irwan
>
>  tolong jangan memperkeruh lagi keadaan, dan kalo bisa berita yang tidak
> terlalu diketahui asal-usulnya begitu juga nara sumber yang juga "asal
> ngomong" tidak terlalu diperhatikan.

Irwan:
Lho, nara sumbernya khan jelas.
Masalah asal ngomong atau tidak, itu relatif sifatnya.
Dalam pembuka, saya sudah sampaikan apa yg
saya forwardkan itu senada dengan apa yg saya pikirkan.

>
>  jangan sampai anda hanya ingin memecah belah kami dengan mengedarkan "isu"
> ini

Irwan:
Lho, anda ini gimana sih?
Saya memangnya "hanya ingin memecah belah" siapa?
Kata "kami" yg anda tulis itu artinya apa?
Yang namanya analisa mbok ya dilihat sebagai suatu analisa.
Jangan diartikan yg macam2 dong.

Coba deh anda lihat, apa saya pernah protes bung
Jeffrey memuat tulisan yg kalau bisa dibilang sudah
masuk kategori fitnah terhadap umat Kristen.
Karena dia menulis bukan dengan gaya suatu analisa
tapi sudah menjurus dengan cara menulis suatu berita.
Perhatikan komentar bung Dharma terhadap satu
tulisan bung Jeffrey.

Apa yg saya sampaikan selama ini sering saya bedakan
mana yg berita penyeimbang, mana berita/fakta, mana
analisa, mana komentar pribadi.
Saya asumsikan yg berlangganan disini sudah cukup
dewasa membedakan hal2 di atas....:)


jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke