In a message dated 1/13/00 8:13:45 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> dear Mr. Irwan
>
>  oke langsung saja :
>  a. berita anda dapatkan (satunet.com) apa memang benar adanya ???

Irwan:
Bisa anda bedakan antara berita dan analisa/pemikiran/wawancara?
Semoga anda tahu bedanya. Kalau masih juga ngga tahu, saya
coba kasih gambaran:

Contoh tulisan berita:
Napit tertangkap basah ketika berusaha mencuri
dompet korban yang bernama Ariston di Pasar Senen,
Jakarta, pada hari Kamis 13 Januari 2000 siang.

catatan dari saya:
Fakta lapangan bahwa Napit mengambil dompet Ariston
di Pasar Senen hari Kamis tanggal 13 Januari 2000
tanpa seijin pemiliknya.

Contoh tulisan analisa/pemikiran:
Seorang pakar psikologi, Irwan, memperkirakan
Napit yg berusaha mencuri dompet di Pasar Senen hari
Kamis kemarin mengidap penyakit Kleptomania.
Hal ini mengingat Napit bukanlah termasuk orang
yg kekurangan bila dilihat dari sudut ekonomi sehingga
harus melakukan tindakan mencuri.

catatan dari saya:
Apakah benar Napit mengidap Kleptomania?
Masih perlu pembuktian lebih lanjut. Tapi, indikasi
ke arah sana ada kemungkinannya.

Contoh 1 tulisan wawancara:
Napit yang berhasil dihubungi wartawan tiganet.com
menceritakan bahwa dia sebenarnya tidak bermaksud
mencuri dompet Ariston. Berdasarkan pengakuannya,
saat itu sebenarnya situasi Pasar Senen sedang padat
oleh pengunjung sehingga desak2an tidak terhindari.
Masih menurut pengakuan Napit, ketika desak2an itulah
tanpa sengaja tangannya menyenggol kantong Ariston
sehingga mengakibatkan dompetnya terjatuh.

Contoh 2 tulisan wawancara:
Seorang saksi mata bernama Ian berhasil dihubungi
wartawan jam.com. Saudara Ian yg kebetulan berada
di lokasi kejadian menceritakan dia melihat
tangan Napit sempat merogoh kantong celana belakang
Ariston. Ketika didesak apakah saudara Ian yakin
bahwa benar melihat tangan Ian merogoh kantong Ariston,
tampaknya dia menjadi ragu dan hanya bisa menjawab
bahwa dia tidak begitu yakin mengingat saat itu kondisinya
sedang pada manusia. Sehingga bisa saja tangan Napit
berada didekat kantong Ariston walau belum tentu dengan
niat mencuri.

catatan:
Penuturan dari Napit dan Ian jelas sifatnya subyektif.


Nah bung Adi (dan rekan2 lainnya) moga2 sekarang
semakin bisa membedakan bentuk tulisan.

Menjawab pertanyaan bung Adi di atas, apa yg
saya forwardkan tersebut adalah benar adanya dari
satunet.com
Kalau anda tanya apakah benar isinya, saya hanya
bilang hanya orang yg kurang waras saja yg mempertanyakan
kebenaran suatu tulisan analisa. Yang namanya tulisan
analisa/pemikiran/wawancara itu tidak terlepas unsur subyektif
dari penuturnya terhadap suatu peristiwa.
Nah, sekarang coba deh baca lagi artikel tersebut:
http://www.satunet.com/artikel/isi.html?id=4480



>  b. saya kurang begitu paham dengan orang-orang yang banyak berkecimpung
> dalam bidang politik, apakah anda mengenal latar belakang dari nara sumber
> tadi

Irwan:
Tidak.
Berdasarkan dari artikel tersebut saya tahu
kalau dia seorang antropolog dan penulis buku Folklore Indonesia.


>  c. dengan forward dari berita itu nampak anda hanya mengandalkan media
> internet ( saya bahkan dapat katakan bahwa anda hanya membaca satu media
saja,
>  betapa sempitnya waktu anda untuk membaca media lainnya ) dan anda hanya
> memasukkan yang sesuai dengan pikiran anda, sedangkan media yang lain tidak
> sampai begitu adanya tidak anda masukkan

Irwan:
Memang, waktu saya tidak begitu banyak sehingga media
yg saya baca pun terbatas hanya:
detik.com, kompas.com, suarapembaruan.com,
http://www.maluku.org/hain/index.php3?m=1,
republika.co.id, berpolitik.com, suaramerdeka.com,
jawapos.com, mediaindo.co.id, cnn.com, dan
beberapa lagi lainnya...:)
Ngomong2, kalau saya masukan semua tulisan2
dan komentar2 yg ada di media2 tentang Ambon,
ya bisa kebanjiran deh milis permias ini....:)
Moga2 anda sadar apa yg anda sebutkan di atas.


>  d. kalau boleh saya tahu anda dimana di ID atau LN, kalau anda di ID saya
> rasa anda sarankan untuk banyak-banyak membaca berita, sehingga anda tidak
> hanya mengeluarkan pendapat dengan hanya mengandalakan satu refrensi saja,
> tetapi kalau anda di LN sebelum mengeluarkan statemen / pendapat ada
baiknya
> tanya teman yang ada di indonesia yang saya anggap lebih banyak tahu
daripada
> anda tentang negeri kita

Irwan:
Anda ini aneh, kalau saya di ID anda sarankan saya banyak2
baca berita. Tapi kalau saya di LN, anda sarankan saya tanya
teman di Indonesia. Lha, toh logikanya teman saya yg di ID itu
akan anda sarankan untuk banyak2 baca berita juga khan?...:)
Anyway, kembali ke soal forwardan saya semula.
Sekedar merefresh ingatan anda bahwa antropolog tersebut
dosen UI yg berarti tinggal di Indonesia.
Beberapa forwardan saya lainnya tentang masalah ambon
sumbernya ada di Indonesia, bahkan di Ambon nya sendiri.
Ngomong2, anda nyimak sih tulisan2 tersebut. Atau anda
cuma komentari forwardan saya yg dari satunet.com saja?
Mudah2an anda bukan anggota baru disini.....:)


>  e. saya rasa anda cukup dewasa dalam menanggapi hal ini, karena anda
berada
> dalam milis ini

Irwan:
Terima kasih. Saya merasa cukup dewasa untuk bisa
menerima perbedaan pendapat yg ada. Saya juga merasa
cukup waras untuk membedakan mana berita dan mana
tulisan analisa/pemikiran/wawancara.
Beruntunglah saya ngga mengandalkan satu sumber saja.
Mudah2an anda juga demikian adanya....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke