Setelah Mega gagal di "jual" jadi Presiden.
Sampai kapan dan kira - kira berapa kali lagi Mega akan masih "laku" di
"jual" ?
Ada kandidat lain ? Guruh ? Guntur ?
Partai full KKN ? :-)
Soe
==============================================================
Menjelang Kongres PDIP:
Dipertanyakan, Alasan Mega Terima Sebagai Cawapres
Senin, 24 Januari 2000, @12:50 WIB
Jakarta--Sebagai sebuah partai pemenang Pemilu, PDI Perjuangan harus
instropeksi diri karena gagal mengantarkan Mega ke kursi presiden. Kursi
Wapres yang diduduki Mega saat ini, dinilai terlalu "memaksakan" Mega untuk
duduk di pemerintahan setelah gagal jadi presiden. Fungsionaris PDIP Aberson
Sihaloho mensinyalir cara pemaksaaan semacam itu bisa berbahaya.
Aberson menilai, dengan merestui Mega masuk bursa Wapres dalam SU MPR 1999
menunjukkan bahwa DPP PDIP telah melanggar amanat Kongres PDIP di Bali tahun
lalu. Maka, dalam Kongres PDIP di Semarang, Maret mendatang, harus
diagendakan pertanggungjawaban DPP PDIP terhadap pelaksanaan kongres Bali.
Kongres wajib memberikan penilaian obyektif terhadap kinerja DPP," kata
Aberson.
Politisi gaek ini menyayangkan kenapa Mega mau menerima pencalonan dirinya
sebagai cawapres waktu itu. Padahal, sebagai wapres, terangnya, Mega tidak
bisa menjadi penentu kebijakan politik. "Yang menentukan adalah presiden."
Di sisi lain, jika sebuah kebijakan yang diambil presiden salah, maka wapres
ikut menanggung kesalahan itu.
Kader PDIP Sophan Sophiaan pun mengaku tidak tahu alasan Ketua Umum PDIP
menerima pencalonan wapres dalam SU MPR lalu. Pasalnya, amanat kongres telah
menetapkan Mega untuk menjadi capres. "Bukan sebagai cawapres."
Sophan menyadari bahwa ada kelompok lain yang tidak menghendaki Mega menjadi
Presiden RI. Munculnya nama Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai kandidat
dari Poros Tengah adalah salah bentuk dari penjegalan terhadap Mega.
Sayangnya, PDIP kurang menganggap terlalu serius. Namun, ketika Gus Dur
menyatakan kesediaannya, pihak PDIP jadi kalang kabut. "Boleh dibilang, saat
itu PDIP terlena dan kurang hati-hati," ujar Sophan sebagai dikutip Media
Indonesia.
Belajar dari pengalaman tersebut, dalam tahun mendatang DPP harus bekerja
ekstra keras agar kasus serupa tidak terulang. Kendati demikian, dalam
kongres di Semarang nanti, menurut Sophan akan tetap memberikan peluang
kepada Mega untuk kembali menduduki jabatan Ketua Umum PDIP. "Perolehan
kursi (DPR) yang cukup banyak diperoleh, tidak bisa dilepaskan dari peranan
Mega. Ini menunjukkan, perjuangan Mega tidak sia-sia," jelasnya.***(Sku)