Sudah kita ketahui bersama bahwa AGAM memusuhi pemerintahan yang sekarang
ada, yang mereka sebut pemerintahan Indonesia Djawa. Suatu sebutan untuk
menarik simpati wilayah lainnya. Dengan definisi musuh inilah, maka semua
personil pemerintahan juga disebut musuh. Tidak terkecuali AD, AL, AU,
Polisi, perangkat desa, semua adalah musuh. Malahan transmigranpun mereka
hajar dan perkosa. Jadi bantahan AGAM hanyalah usaha menutup muka mereka yg
telah membunuh orang yg sedang sholat jamaah. Kenapa mereka mesti
mendifferensiate pasukan? Sejak kapan mereka bilang begitu? Sejak kapan
mereka hanya memusuhi AD atau polisi? Tak pernah kan?


Jeffrey Anjasmara

------------------------------
AGAM Bantah Serang Pasukan Marinir

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Kepala Biro Penerangan Aceh Merdeka Abu
Ismail Syahputra membantah keras bahwa penyerangan terhadap anggota
marinir di Desa Ujong Blang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireun, Senin malam
(24/1) kemarin dilakukan oleh gerilyawan AGAM (Angkatan Gerakan Aceh
Merdeka). "Tidak ada satu pun anggota AGAM yang ikut dalam penyerangan
tersebut," kata Ismail kepada TEMPO Interaktif (TI), ketika dihubungi
melalui telpon selularnya dari tempat persembunyiannya, Selasa malam (25/1).

Hal senada disampaikan oleh Keutuha Wilayah Pasee Abu Said kepada TI.
Menurutnya, pihak AGAM tidak perlu melakukan penyerangan yang dapat
membahayakan masyarakat, apalagi di tempat-tempat seperti meunasah.
Penyerangan itu memang dilakukan ketika para anggota Marinir sedang
melakukan shalat magrib di meunasah (surau) desa itu. Selain menewaskan enam
orang marinir, menurut informasi yang diperoleh di lapangan, beberapa warga
desa itu juga terkena luka tembak.

Abu Ismail malah balik menuding pasukan Brimob sebagai dalang di balik
penyerangan yang menewaskan enam anggota marinir tersebut. Menurut Abu
Ismail, gara-gara pasukan marinir tak mau diajak bersama melakukan
operasi penyisiran terhadap warga setempat, pasukan Brimob melakukan
provokasi. "Itu untuk memancing marinir melakukan penyisiran di desa
tersebut dan sekitarnya," katanya.

Ketika tuduhan ini dikonfirmasikan kepada pihak aparat keamanan,
Kapolres Aceh Utara Letkol Pol Drs. Syafei Aksal membantahnya keras-keras.
Menurut Kapolres, penembakan itu memang dilakukan oleh GBPK (Gerakan
Bersenjata Pengacau Keamanan). "Mereka itu semua penjahat yang selalu
memutarbalikkan fakta," katanya. Contohnya setiap ada insiden, kata Syafei,
mereka selalu menghubungi wartawan dan memberikan keterangan yang bertolak
belakang.(zab)

25-1-2000

--------------

Laporan hasil investigasi Untuk Media Massa :

Iniformasi dari hasil investigasi jaringan kami yang ada di Acheh
menyebutkan bahwa, saat ini di Acheh sedang berlangsung kontra intelijen
yang di motori oleh salah satuan yang ada dalam tubuh TNI Angkatan
Darat.
Mereka berkerja cukup rapi sehingga kalau tidak cermat mengamatinya,
hampir
tidak bisa dibedakan antara serangan dari kelompok GAM dan Police
ataupun
angkatan lain non TNI-AD.

Kasus penembakan terhadap anggota Marinir di Acheh, sebenarnya kalau mau
diteliti secara arief dan bijaksana, penembakan tersebut dilakukan oleh
pihak satuan yang ada di Angkatan Darat. Gunanya untuk memamcing TNI AL
untuk bertindak represif terhadap bangsa Acheh. Pihak TNI-AD, merasa
tersisih selama ini, karena keberadaannya tidak disenangi oleh bangsa Acheh,
sedangkan keberadaan TNI-AL relatif masih bisa bersahabat serta bergaul
bebas dengan segenap lapisan masyarakat. Faktor penembakan tersebut lebih
cenderung karena faktor kecemburuan terhadap satuan TNI-AL, sehingga GAM
dijadikan kambing hitamnya dan Acheh tetap sebagai daerah target operasi.

Tim Investigasi Independent
Jaringan ABUNIDAL

"Stop Propaganda, Stop Kontra Intelijen"
"Militer AD Dalang Semua Kerusuhan di Acheh"
"Kekerasan Tidak Menyelesaikan Masalah, Buuurrr !"
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke