Dear Ibu,
ke mana hari akan menuntunku besok?
terasa gersang rongga dadaku
haus akan senyum Ibuku yang jauh
ada dentuman rindu hendak bertemu
dan menaruh kepalaku yang sakit
kedadanya yang lembut
seperti hari kemarin
ketika Ibuku membacakan biographi Mahatma Gandhi
seperti hari lalu
ketika Ibuku menceritakan gagahnya para
gerilyawan di desa menghadapi Belanda
rasa rindu kepada Ibuku bergemuruh
hendak kudengar ceritanya tentang
orang-orang tak berdosa yang mati tergelepar
hendak kuhenyakkan sedihku kedekapannya yang hangat
Ibuku merasakan air mataku menetes
Ibuku mendengar suara haruku di telepon
Ibuku membayangkan kerut wajahku sedih
tapi Ibuku tak dapat mendekap tubuhku
yang butuh kasihnya saat aku terombang-ambing
oleh ketidakkuasaan...
ketidakkuasaan menerjemahkan kebinalan negeriku
ke mana aku harus menenggelamkan dukaku besok Ibu?
salam hormat Ibu...
ida
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com