In a message dated 02/05/2000 10:33:55 PM !!!First Boot!!!, [EMAIL PROTECTED]
writes:

<< Jadi sesungguhnya tidak usah heran (atau sakit hati) kalau ada yang
 mengatakan bahwa mailinglist ini isinya "sampah" (yup, saya dengar
 sendiri ketika pak Dubes mengatakan ini di sebuah pertemuan lokal).
 I can't agree more. Bahkan beberapa bulan belakangan ini sampahnya
 mulai mengeluarkan bau busuk yang menyengat, seperti uap busuk yang
 keluar dari timbunan sampah Bantar Gebang.
  >>

Betapa celakanya kita ketika jabatan formal menjadi acuan. Dubes, menteri,
Presiden, yang mulia, yth dlll memiliki arti dan posisi yang seolah berada di
atas segalanya.

Saya tidak berpihak kepada Jeffrey dan menentang Moko. Kedua manusia ini sama
derajatnya di mata saya. Tetapi saya paling menentang ketika orang diberangus
karena idenya. Apa bedanya Anda dengan Soeharto dan Orba-- larang ini-itu.
Sudah masanya kita camkan: Dilarang Melarang.

Soal milis ini. Jika tidak senang, ya jangan baca. Anda tinggal delete. Saya
hampir nggak pernah baca utuh posting Jeffrey-- walau tahu dia suka pakai
bahasa langsung, tegas dan tidak mencla-mencle... dan itu hak dia-- tapi saya
nggak mau (Insya Allah jangan sampai) mematikan dia. Penghancuran idea,
pemberangusan pikiran, waduh.... kejamnya. Masya Allah.

Tindakan Ida Notrida mengadakan "gerakan tutup e-mail" terhadap posting
Jeffrey, bagi saya, jauh lebih terhormat dibandingkan tindakan pemberangusan
ide. JA tampak ngalah, dan siap diam. Saya sih malah menangisi kematian
sebuah Ide (I dengan huruf kapital).

Dubes bilang milis ini sampah, itu jelas omongan tidak terhormat. Dia telah
menghinakan dirinya sendiri, dengan menggunakan kalimat-kalimat dan gaya
kekuasaan yang seperti itu. Kenapa dia tidak ikut kirim posting, sebaliknya
menyampaikan lewat jalur "jubir".  Persis Orba!  Apa yang  dimauinya? Posting
Permias ini kan bersifat independen.

Lebih baik Dubes ikut subscribe di milis ini daripada mencaci posting
kawan-kawan mahasiswa sebagai sampah? Sampahnya yang mana? Sebagai seorang
member di sini, saya menuntut pertanggungjawaban dia. Mari kita bergerak di
tataran Ide, bukan melihat status, posisi atau baju-baju yang dikenakan.

Sekali lagi saya tidak memihak Jeffrey, dan saya belum kenal dia. Bagi saya
Dubes, Moko, Jeffrey, Ichal, Arya, Ida, Deddy, Irwan adalah sama saja--
sama-sama manusia yang mempunyai ide sendiri-sendiri. Jika Anda tidak senang
posting mereka, delete saja, tanpa perlu menguliahi ''Mana yang baik dan mana
yang benar.'' Gampang khan.

Yang saya bela adalah mereka yang tertindas. Saya prihatin, terutama terhadap
kampanye penindasan  Ide. Walau belum seperti di Uni Soviet pasca Revolusi
Bolshevik 1917 pimpinan Lenin, mereka memulainya dengan tembakan. Dor!!!

salam,
RAP
(penyimak pinggiran)

Kirim email ke