In a message dated 3/3/00 2:54:42 AM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Irwan Ariston Napitupulu = Pria
>  Nasrullah Idris = Pria
>  Budi Haryanto = Pria
>

Wah, Pak Nasrullah sudah berangkat dari awal yg
salah. Makanya kesimpulan yg diambil juga jadi salah.
Oh ya, nanti saya tunjukkan dimana sebenarnya letak
kesalahan 2=0 atau 2=1 itu dimulai....:)

Pak Nasrullah menulis bahwa Irwan Ariston Napitupulu = Pria
Saya asumsikan tanda '=' berarti "adalah"
Dengan kata lain kalau dibaca menjadi
"Irwan Ariston Napitupulu adalah Pria"

Bentuk persamaan matematik bila dibalik akan tetap
berarti sama/senilai. Contohnya
2=6-4 yg kalau dibalik menjadi 6-4=2 akan tetap benar.

Kembali ke contoh Pak Nasrullah,
Irwan Ariston Napitupulu = Pria akan berbeda bila dibalik menjadi
Pria = Irwan Ariston Napitupulu (???)

Terlihat sekali bukan bahwa persamaan di atas tidak dikatakan
sebagai persamaan matematik karena ketika dibalik
artinya jadi berubah.

Irwan Ariston Napitupulu adalah Pria, ini benar.
Tapi Pria adalah Irwan Ariston Napitupulu, ini belum tentu
karena Pria bisa saja Nasrullah Idris atau pun Budi Haryanto.

Mudah2an sekarang Pak Nasrullah bisa melihat perbedaan ini..:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke