In a message dated 3/2/00 10:55:59 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> a = b
> a2 = ab
> a2-b2 = ab-b2
> (a+b)(a-b) = b(a-b)
> (a+b) = b
> a+a = a
> 2a = a
> 2 = 1
Irwan:
Nah, sekarang saya coba kasih tahu dimana letak
kerusuhan yg terjadi....:)
Kerusuhan di atas terjadi di km antara:
(a+b)(a-b) = b(a-b) dan (a+b) = b
Adalah tidak dibenarkan dalam matematika melakukan
pembagian dengan bilang NOL (0)
Pada saat a=b seperti di awal diasumsikan,
maka (a-b) akan sama dengan 0
Karenanya, persamaan (a+b)(a-b) = b(a-b)
tidak boleh dibagi dengan (a-b). Hal ini karena
membagi persamaan tersebut dengan (a-b) adalah
sama dengan membagi dengan 0 dimana tidak
dibenarkan.
Kenapa dalam matematik kita tidak membagi
suatu bilangan dengan 0?
Mari kita lihat sifat operasi pembagian (kayak sembako aja):
Bila a/b = c maka bc = a.
Contohnya:
Bila 6/3 = 2 maka 3x2= 6. Ternyata tepat.
Mau contoh lain? Tidak masalah...:)
Bila 20/4 = 5 maka 4x5 = 20. Terbukti kebenarannya bukan?
Mau contoh yg salah? Juga tidak masalah.
Bila 15/3 = 4 maka 3x4 = 20. Tampak bedanya sekarang?
Nah, sekarang kita lihat contoh berikut dengan menggunakan
pembagi angka 0.
Bila 6/0 = N maka 0xN = 6 Benarkah?
Ternyata tidak benar, alias salah. Hal ini karena angka berapapun
bila dikalikan dengan 0 maka hasil perkaliannya sama dengan 0.
0xN = 0.
Karenanya 6 dibagi 0 tidak sama dengan N.
Oleh sebab itulah bilangan dibagi dengan 0 maka jawabannya
adalah tidak didefinisikan karena memang tidak memenuhi
persyarata di atas yaitu bila a/b = c maka bc=a.
Gampang khan? Gitu saja koq repot...:)
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu