In a message dated 3/3/00 12:23:36 PM Eastern Standard Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

>     Memang kalau dipaksakan menghasikan kontroversil, seperti "Dua Sama
>  Dengan Satu".
>       Akhirnya timbul ketentuan bahwa "0" alias "NOL" jangan dipakai untuk
>  rumus 1/n.
>       Justru ketentuan ini mengindikasikan bahwa pada sistim deret bilangan
>  terkandung "dua nuansa fenomena".
>       Rasanya lucu bila
>       Di satu sisi kita mempertahankan "satu nuansa fenomena", agar semua
>  rumus, termasuk 1/n berlaku untuk setiap bila.
>       Di sisi lain kita membuat ketentuan "0" alias "NOL" jangan dipakai
>  untuk rumua 1/n, yang justru mengindikasikan adanya "dua nuansa fenomena".
>      Teruslah kaji, ada apa di balik semua itu ?


Irwan:
Suatu rumur atau operasi itu mengandung persyaratan2.
Walaupun setiap warga negara memiliki hak suara dalam
pemilu, tapi dalam pelaksanaannya tetap ada persyaratan
yg harus dipenuhi. Walau pun untuk masuk PTN itu adalah
hak semua warga Indonesia, tapi untuk bisa diterima di PTN
ada persyaratan2 yg harus dipenuhi.

Begitu pula dalam matematika.
Semua bilangan boleh ikut berperan dalam operasi pembagian.
Tapi ada persyaratan yg harus dipenuhi yaitu:
Bila a/b=c maka bc=a
Persyaratan ini harus dipenuhi dulu.

catatan:
Judul yg saya gunakan mungkin kurang tepat karena
memang saya tujuannya hanya untuk kelihatan menarik saja....:)

Nah, berikut ini ini PR dari saya.

Berapakah 0/0?
Apakah ada hasilnya atau kah tidak didefinisikan?

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke