Saya kok sering banget setuju dengan omongan Amien. Tugas Gus Dur sekarang adalah di rumah dan ngerjain PR, bukan jalan-jalan atau bikin PR untuk orang lain demi menutupi statemennya yg asal-asalan. Anjasmara ------------------------- Amien: Tugas Presiden bukan Mendikte MPR Dengan sikap Gus Dur yang belakangan sering menimbulkan kontroversi tersebut, apakah MPR perlu melakukan sidang istimewa? Bagaimanapun, sebenarnya saya harus berpegang pada konstitusi bahwa Gus Dur itu dilantik menjadi Presiden hingga tahun 2004. Tapi bukan berarti dengan demikian ia lantas memiliki cek kosong, yang bisa seenaknya dia tulis. Dia sudah mulai menunjukkan perangai politik yang aneh dan cenderung lupa pada prinsip demokrasi. Misalnya, presiden itu tugas pokoknya adalah menjalankan Tap-tap MPR dan menjalankan GBHN sebagai produk MPR. Bukan sebaliknya, dia mendikte MPR dan minta pencabutan Tap MPRS dan lain-lain. Jadi saya tidak tahu, kenapa seorang Gus Dur lupa masalah-masalah yang sangat prinsipiil. Soal ini, dia harus diingatkan secara tegas. Belakangan Anda semakin tajam mengkritik Gus Dur? Kalau dalam minggu-minggu terakhir ini saya sudah mulai memberikan koreksi langsung tanpa basa-basi, adalah karena tanggung jawab moral dan politik saya. Saya kira semua orang yang mengikuti proses politik belakangan ini akan tahu, bahwa poros tengah ditambah sebagian Golkar dan sebagian TNI yang telah mengantarkan Gus Dur ke kursi Presiden. Jadi saya merasa yang paling bertanggung jawab untuk menyelentik, menjewer, dan menggertak dia kalau mulai melakukan penyelewengan-penyelewengan demokrasi. Anda melihat pemerintahan Gus Dur memiliki agenda reformasi yang jelas atau tidak? Ya memang, visi dan misi pemerintahan Gus Dur sejauh ini tidak pernah jelas. Sayang sekali, dan itu sesuatu yang perlu diratapi oleh rakyat Indonesia. Apalagi oleh orang-orang seperti saya dan beberapa orang lainnya, yang telah mengantarkan dia ke kursi presiden. Tapi waktu sesungguhnya masih tersedia, kalau dia mau banting stir dan menyadari kesalahan-kesalahannya. Kalau tiap minggu dia membuat isu politik yang tidak ada habis-habisnya dan mengguncang masyarakat Indonesia, maka sampai kapan pun investor tidak mungkin datang. Yang lebih gawat lagi, nasib orang kecil yang saat ini buruk akan semakin jelek. Itu sesuatu yang tidak sehat. Sebaiknya, langkah apa yang mesti dilakukan Gus Dur? Dia mestinya berhenti nglencer (jalan-jalan) ke luar negeri, mengurangi keliling-keliling di dalam negeri. Tapi mulai ngantor seperti layaknya seorang presiden, mendengarkan keluhan para menterinya, dan memberikan pengarahan pada para menterinya tentang berbagai masalah. Dia juga mendengarkan terlebih dahulu semua draft yang mau ditandatangani, dan lain-lain. Saya masih punya harapan, dia menjadi presiden yang punya rapor biru. Tapi kalau masih seperti yang dia tunjukkan dalam setengah tahun ini, hanya suka nglencer dan menganggap enteng semua masalah, saya khawatir rapornya menjadi semakin merah, dan saya khawatir tidak sampai tahun 2004. Mungkin ada situasi politik yang baru. Apakah maraknya demo akhir-akhir ini merupakan bagian dari skenario besar menjatuhkan Gus Dur? Saya tidak percaya adanya skenario besar, skenario sedang-sedang saja, atau skenario kecil-kecilan dalam politik. Karena bagi saya, proses politik seperti itu adalah merupakan proses politik yang alami. Apa adanya. Jadi mahasiswa itu tak mungkin bergerak secara massal, kalau memang situasinya adem-ayem dan tidak perlu didemo. Tapi siapa pun yang jadi presiden, siapa pun menterinya, kalau mulai membawa kegawatan di tengah-tengah masyarakat dalam bidang sosial, politik maupun ekonomi, maka mahasiswa, tanpa disuruh atau nggak usah diharapkan pun, akan turun ke jalan. Itu sesuatu yang universal. Dalam waktu dekat ini, apakah akan ada langkah konkret dari MPR untuk menjewer eksekutif? Ya, jelas kita menunggu bulan Agustus. Pada waktu itu, Gus Dur harus memberikan pidato laporannya kepada MPR. Di situ nanti, dia akan dinilai oleh anggota MPR itu. Walaupun pidatonya itu bukan pidato pertanggungjawaban, mungkin tidak perlu voting seperti sidang yang sekali lima tahun itu. Namun jangan dimustahilkan, bisa saja pidato laporan itu dianggap sebagai pertanggungjawaban, kemudian sebagian anggota MPR akan minta voting. Jadi ini open ended. Republika 12/04/00 ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
