Nah, sekarang baru ketahuan kalau anda tidak suka dengan saya. Kemarin
bilang untuk menghormati si empunya nama. Jadi sebetulnya bagaimana nih?
Mengenai sikap anda, untuk anda ketahui, suka sekali mengalihkan topik tanpa
bilang-bilang. Sering sekali menanyakan suatu keterangan tambahan dalam
menerangkan suatu topik, dengan mula-mula menanyakan "Untuk kesehatan
diskusi...", dll. Setelah itu bila dijawab akan di-reply lagi dengan topik
yg sama sekali berubah. Kalau nggak sadar, silakan buka lagi email-email yg
lalu. Kan sudah ada back-up-nya tuh.
Dengan demikian, justru menurut saya, anda yg tidak konsisten dalam
berdiskusi. Dengan selalu menyerang contoh kecil, atau suatu kalimat
tertentu di antara puluhan kalimat yg lebih penting dalam mendukung argumen,
maka kesan yg didapat hanyalah anda INGIN menyerang si pemosting. Bukan
topik utama yg mau dibawakan. Itu saja. Makanya saya sudah mulai bosan untuk
menjawab pertanyaan anda akhir-akhir ini. Nah, kan lucu kalau anda sekarang
bilang selalu ingin fokus ke permasalahan yg ditampilkan. Fokus apaan, buram
melulu gitu kok fokus.
Ini sekedar untuk mawas diri lah. Yah, supaya tidak GR kok nggak dijawab
sih, pasti nggak berani ngejawab....hehehe....
Sorry aja, sekarang pertengahan April. Tahu sendiri kan mesti ngapain.....:)
Daripada ngejawab pertanyaan simpang siur kan mending ngerjain yg lain.
Anjasmara
---------------------------------------
>From: Irwan Ariston Napitupulu <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Cara menulis + konsistensi bersikap (was: Re: The U.N.....)
>Date: Fri, 14 Apr 2000 02:59:22 EDT
>
>Bagi saya pribadi, saya lebih berfokus pada inti permasalahan.
>Pemalsuan identitas dengan maksud tidak benar, jelas bagi
>saya adalah suatu hal yang tidak bisa dibenarkan.
>Jangan hanya karena ada yang menegur secara keras, lalu
>kita jadi berpindah fokus permasalahannya. Ini jelas tidak sehat.
>Saya pun maklum, bahwa besar kemungkinan terjadi simpati
>akan mengalir ke pihak yang terlalu diserang. Tapi karena saya
>selalu berusaha untuk fokus pada permasalahan dan ngga mau
>dialihkan dari permasalahan itu sendiri, simpati saya hanya
>akan jatuh kepada kebenaran.
>Teguran yang keras, bisa jadi kurang berkenan bagi sebagian
>orang. Tapi, teguran yang keras bagi saya tidak akan merubah
>status orang yang bersalah menjadi dibenarkan.
>
>Mudah2an, rekan Nasrullah setelah membaca ini jadi mau
>bersikap lebih konsisten.
>Kalau untuk rekan Jaya, saya sendiri tidak terlalu berharap lagi
>dia mampu untuk bersikap konsisten dalam berlogika
>mengingat dari diskusi yang sudah dilangsungkan, dia tampaknya
>tidak berani melihat ketidak-konsistenan berlogika yang sudah
>dibeberkan di milis ini.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com