Dear Rekan-rekan PERMIAS, Saya sangat tertarik dan antusias terhadap sikap rekan-rekan menanggapi tuntutan yang diekspresi oleh Bapak C. Wibisono. Sayang sekali saya berada jauh dari DC. Tetapi dukungan saya sepenuhnya atas tindakan rekan-rekan. Ada beberapa hal yang hendak saya kemukakan sehubungan dengan posisi IMF and the World Bank di Indonesia. First, IMF and the World Bank adalah institusi yang back up oleh negara-negara industri sebagai negara donor. Jepang adalah lender terbesar untuk wilayah Southeast Asia. Di IMF, kalau tidak salah, US hanya memiliki 18% share untuk wilayah Southeast Asia. Namun selama crisis, US menjadi negara donor terbesar di Asian region untuk program bailouts. Karena keterlibatan US pada IMF ini, maka political activists dan US Congress menuntut administrasi Clinton untuk tidak bersikap supportive terhadap pemerintah Indonesia yang abusive, corrupt, dan authoritative (Debat di House of Representative,April 6, 1998). Kritik juga datang dari UAW. Pada bulan February 1998, Organizasi ini menuntut agar pemerintah US, 18 billion dollar, tidak menyalurkan bantuan kepada pemerintahan authoritarian Suharto. Kedua, IMF and the World Bank adalah organizasi profit oriented dengan premis 'economic development.' Organizasi ini hanya memikirkan bahwa uang yang dipinjamkan harus segera dikembalikan oleh pengutang. Oleh karena itu, organizasi ini: a. tidak memperhatikan the form of government of recepients b. tidak menginginkan uang pinjaman diberikan kepada sektor non-profit, social subsidy c. tidak menghendaki political instability Premis international institutions ini telah dikritik habis-habisan oleh para social activists as well as economists (meskipun yang terakhir ini datangnya belakangan). Oleh karena itu, dalam menghadapi Indonesia di masa krisis, the IMF khususnya, berusaha merubah image dengan menekan Suharto untuk melakukan political dan economic reform sebelum pinjaman dicairkan. Perubahan image ini terjadi karena tekanan NGOs dan anggota-anggota congress negara donor yang tidak menghendaki penyaluran uang kepada IMF jika institusi ini masih menetapkan premis lama mereka. Jika kita perhatikan process negosiasi Suharto-IMF, Suharto lah yang sangat keras kepala dan tidak menghendaki perubahan politik dan restrukturisasi perbankan. Kenyataannya, Suharto menggunakan kehancuran dalam negeri sebagai 'bargain power' menghadapi the IMF. Sayang sekali, the IMF tidak toleran terhadap Suharto karena IMF juga berhadapan dengan tuntutan agar institusi ini lebih 'keras' terhadap Suharto. Bahkan Clinton ikut menekan Suharto agar berubah sikap dan mengikuti permintaan the IMF. Ketiga, berhadapan dengan tuntutan demokrasi dan respek terhadap human rights, the IMF dan the World Bank terjerat pada dubious position. Perlu diketahui bahwa negara-negara donor memiliki nilai-nilai demokrasi dan menghendaki penegakan institusi demokratis, tetapi pada saat yang sama negara-negara donor menghendaki national interests mereka terlindungi. Sebagai contoh, bailouts 18 billions oleh US untuk Indonesia pada akhirnya disalurkan karena economic crisis itu telah menyebarkan 'virus'nya ke Russia dan Brazil. Wall Street stocks' price fell down to 554 point atau sekitar 70% dari normal day. Malah WS harus menunda trades pada waktu itu. Keadaan ini mengancam kepentigan economy global secara umum, dan kepentingan strategic ekonomi US secara khusus. Jadi the IMF and the World Bank hanya bekerja sesuai dengan 'kepentingan nasional' negara-negara donornya. Ini hanya sekedar pengamatan dari saya. thank you, best support from here, ida > >Salam! >Dari pembicaraan terbatas dengan beberapa pengurus, >telah disepakati rekan2 Permias DC dan beberapa >anggota masyarakat Indonesia di Washington DC akan >mengadakan aksi keprihatinan demo dengan membagikan >PETISI WASHINGTON kepada peserta dan penonton demo, >Hari: Minggu pagi >Tanggal: 16 April 2000 >Lokasi: Depan kantor World Bank > 1818 H St, N.W., Washington D.C. > >Bagi rekan2 dari PERMIAS2 lainnya + organisasi2 >masyarakat Indonesia yang ingin ikut memberikan >dukungan, ditunggu pernyataan dukungannya sampai Hari >Sabtu malam 00.00 a.m. EST melalui e-mail kepada: >Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]> >Phone: (703)627-3255 >atau [EMAIL PROTECTED] > >PETISI Washington ini juga akan disampaikan langsung >kepada James Wolfehnson (President, the World Bank >Group), Perwakilan WB di Indonesia (WB-RSI) dan >Menteri Keuangan RI (Dr. Bambang Sudibyo) yang akan >berkunjung ke Washington D.C. > >Salam, >PP >Washington, DC > > > > ---------- Forwarded message ---------- > > Date: Fri, 14 Apr 2000 18:16:22 -0400 (EDT) > > From: Rudy Kusnadi Sultana <[EMAIL PROTECTED]> > > To: Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> > > Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED] > > Subject: Re: [bincang] Fwd: (Urgent) PETISI > > WASHINGTON (IKI & PERMIAS?) > > > > Saya setuju dengan isi petisi Pak Christianto > > Wibisono dibawah ini dan > > mendukung penuh PERMIAS DC untuk ikut ambil bagian > > dalam menyuarakan > > Indonesia pada even ini. Terima kasih Pak Christ > > atas naskah petisinya. > > > > > > Salam, > > sirudi > > >======================================================= > > Christianto Wibisono > > 1908 Armand Court, Falls Church, VA 22043 Tel (703) > > 534 6014 Fax 534 6015 > > Email: [EMAIL PROTECTED] > > > > > > > > WASHINGTON PETITION AGAINST INDONESIAN ODIOUS DEBT > > > > The Indonesian Students and the Indonesian Community > > in Washington DC > > hereby support the critical action launched by the > > Mobilization for Global > > Justice against the traditional pattern of the World > > Bank group and the > > IMF in their relation with their member countries. > > > > In relation with Indonesia, we would like to > > emphasize the following > > demand by the people of Indonesia > > > > 1. The Indonesian People want justice for all and we > > strongly urge > > Indonesian government to take action against former > > President Soeharto and > > his cronies for their corrupt and misuse of the > > Indonesian debt. We demand > > confiscation and nationalization of Soeharto and his > > cronies asset and > > wealth to be returned to the Indonesian people and > > partially used to > > compensate the odious debt.. > > > > 2. The World Bank and the IMF should bear > > responsibility for their 32 > > years of collaboration with Soeharto and both > > institutions should take > > measure to liberate Indonesian people from the > > burden of paying debt which > > are corrupted by the Soeharto regime. > > > > 3. We urge the London Club and the Paris Club not > > only for a rescheduling, > > but a substantial reduction of Indonesian debt > > following the formula of > > Russian debt reduction reached at London Club. The > > Russian Formula of > > 36,5% reduction and swap of the remaining debt into > > 30 year long term bond > > and 7 year grace period should be applied to other > > countries including > > Indonesia. We can not accept discrimination in the > > treatment of debtors by > > the London Club and Paris Club. > > > > 4. We demand compensation from the World Bank and > > IMF for any crime > > against humanity which had been executed by the > > Soeharto regime against > > Indonesian People from Aceh to Irian. We demand that > > the two institutions > > through Indonesian government give compensation for > > all the victims of > > rape, torture, kidnapping and murder of activist, > > student and innocent > > people in many riot instigated by the Soeharto > > regime such as the May > > 12-14 riot, the Trisakti and the Semanggi I-II as > > well as other terror > > launched by the state during the authoritarian > > regime before the > > legitimate president elected in October 1999. > > > > 5. We demand an impartial tribunal to be established > > to punish those > > violators of human rights if they refuse to admit > > and plead guilty in > > front of the National Truth and Reconciliation > > Committee. We will forgive > > and forget those violators only after they redeem > > themselves and show > > their repentance of their mistakes. > > > > Washington DC April 14,2000 > > > > >======================================================= > > > > > > On Fri, 14 Apr 2000, Priyo Pujiwasono wrote: > > > > > Date: Fri, 14 Apr 2000 12:43:00 PDT > > > From: Priyo Pujiwasono <[EMAIL PROTECTED]> > > > To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED] > > > Subject: [bincang] Fwd: (Urgent) PETISI WASHINGTON > > (IKI & PERMIAS?) > > > > > > Yth. Pak Christianto Wibisono: > > > Saya sangat mendukung sepenuhnya (1000%) isi > > petisi yang Pak Chris susun > > > ini. > > > Jangan sampai terlewat moment 16-17 April di > > Washington DC saat ini. > > > Mari kita tunjukkan IKI & Permias-DC punya > > kepedulian yang sama > > > untuk seluruh bangsa & rakyat Indonesia. > > > Atas ijin dari Pak Chris, saya sebarkan petisi ini > > di milis > > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], dan juga > > [EMAIL PROTECTED] > > > Buat bung Faran, dkk -- perlu dibicarakan segera > > teknis & kesiapannya malam > > > ini juga. > > > Keep in touch, > > > PP > > > > > > >From: > > >To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED], > > > >[EMAIL PROTECTED], > > [EMAIL PROTECTED], > > > >[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED], > > > > >[EMAIL PROTECTED] > > > >Subject: Re: (urgent) Petisi "Odious Debt" buat > > WB & IMF > > > >Date: Fri, 14 Apr 2000 14:15:53 EDT > > > > > > > >Hi Bung Ramadhan, ini jam 14.14 waktu DC persis > > 14 April, saya baru saja > > > >menyelesaikan naskah baru Petisi Washington DC . > > Nah sekarang coba > > > >diforward > > > >ke semua teman teman kalau OK ya kalian dukung > > dan sebarluaskan, kalau > > > >tidak > > > >ya saya bikin petisi pribadi sendiri nanti saya > > kirim sebagai surat pribadi > > > >saya ake World Bank dan IMF. > > > >------------------------------------------------------ > > > Menjadikan PERMIAS organisasi yang satu, berguna > > bagi anggotanya, perduli, > > tanggap dan independen... >------------------------------------------------------- > >__________________________________________________ >Do You Yahoo!? >Send online invitations with Yahoo! Invites. >http://invites.yahoo.com ______________________________________________________ Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
