Ikut nimbrung yach..
sebetulnya bisnis Tommy winata itu semuanya illegal? kenapa, coba dech anda
pernah liat yg namanya sudirman distrik center dari mulai artha graha
building sampai ratu plaza, itu semunya kebanyakan atas nama / milik Tommy
winata, tapi yang sebenarnya tanah tanah tsb adalah milik orang betawi asli
yg sampai saat ini masih hidup, dan tinggal penderitaan saja yg dia alami,
walaupun dia sudah menang di bidang hukum sampai ke MA pun dia menang, namun
yg namanya orang berbeceng dan berduit emang sih tak bisa dikalahkan ( Inget
jama Suharto), ini sekedar info saja, Tommy winata sudah setor uang Rp 60
milyard ke yayasan ABRI tsb, yaitu Yayasan Kartika Eka Paksi, guna membayar
orang betawi tsb, namun sampai sekarang kemanakah uang tsb, si pemilik tanah
hanya mengisep jempol saja, dan hanya bergumen weleh weleh, buat apa hukum
di Indonesia ini, apakah masih bisa ditegakkan? mudah mudahan tuhan akan
membuka mata mereka yg selama ini bergelimang diatas uang rakyat yg
menderita. kalo kita cek di arsip nasional yg ada di kemang, tanah di
sudirman distrik center masih dibawah nama orang betawi tsb, belom ada
perubahan sama sekali, sertifikat yg dipegang notabene tommy winata group
adalah sertifikat palsu ( ASPAL), kalo anda nggak percaya silahkan cek
sendiri di arsip nasional.
sekian

----- Original Message -----
From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, April 27, 2000 9:57 PM
Subject: Tommy Winata, TNI-AD dan perjudian


> Membaca pernyataan Gus Dur bahwa sebuah sosok yg kebetulan bernama Tomy
> Winata memiliki kapal untuk berjudi di Pulau Ayer, saya langsung tepuk
> tangan. Ini pernyataan Gus Durno yg kedua di minggu ini yg saya acungi
> jempol. Pernyataan pertama adalah tekad Gus Dur untuk mengawasi kapal
selam
> Singapura yg suka curi-curi berkeliaran di wilayah Indonesia. Hebatnya
> Singapura ternyata punya 8 kapal selam, dan selalu sibuk kalau Indonesia
yg
> cuman punya 2 kapal selam mau nambah persenjataan. Benar-benar kita
> dikadalin nih.
>
> Balik lagi ke Tommy Winata. Saya tidak tahu sama yg satu ini. Cuman yg
> menarik buat saya adalah pernyataan Marzuki bahwa seseorang yg bernama
> Sugeng-lah yg punya kapal. Kebetulan Sugeng ini lebih tidak dikenal lagi.
> Tambah menarik lagi setelah Tyasno menyebutkan bahwa Tommy Winata punya
> hubungan bisnis dengan TNI-AD lewat Yayasan Kartika Eka Paksi, yang berupa
> bank (Bank Artha Graha) dan sebuah Hotel di Bali. Ya tentunya kita kan
nggak
> bisa ambil kesimpulan TNI-AD juga ada main dengan judi di kapal di Ayer
kan?
> Hehehe....:) Menarik sekali....:)
>
> Wah, kalau secara nalar dan juga kenyataan di masa lalu (dan masih
> berlangsung di masa kini), untuk punya suatu bisnis tidak selalu perlu
punya
> nama di akte-nya. Bisa saja bayar orang untuk dipasang sebagai si empunya
> properti. Jadi bisa saja kalau Tommy malas kalau namanya terpasang sebagai
> pemilik kapal, dia bisa bayar saya untuk memasangkan nama sebagai pemilik
> kapal, atau rumah, atau apa saja. Yah, saya tentunya tidak akan berani
> menjual kapal atau rumah atas nama saya tho? Apalagi kalau si empu
> sebenarnya punya becking ber-beceng. Mending saya diam-diam sambil
nyeruput
> kopi dan terima duit.
>
> Ancaman Gus Dur untuk menangkap Tommy kalau benar-benar terbukti juga sip.
> Yang tidak sip kalau becking ber-beceng masih terus meraja lela. Yang
perlu
> dikejar itu kayak pemilikan bordil-bordil. Kayak di Surabaya banyak
pemilik
> bordil adalah orang-orang berbeceng. Ini tambah ruwet lagi karena si
becking
> sekaligus berani memasang badan kayak mas Sugeng tadi. Pemilik modal asli
> sih ongkang-ongkang kaki.
>
> Yah, saya nunggu pernyataan si Nancy. Kira-kira nanya gini: "Kok tahu?
> Jangan asal mangap kalau nggak punya bukti". Hehehe.... tobat deh.
>
>
> Anjasmara
>
> ________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
>

Kirim email ke