Beberapa waktu yang lalu, Gus Dur pernah meminta
maaf kepada para korban yang terkait dengan kasus
G30S PKI yang dalam masa orba mendapat banyak
perlakuan yang tidak fair.

Tampaknya Presiden Gus Dur sedang dalam upaya
memperjuangkan HAM.
Sungguh suatu tindakan yang patut dipuji dan didukung.
Gus Dur berani meminta maaf atas kesalahan yang
sebenarnya tidak dia lakukan.
Dan masih ada lagi beberapa peristiwa dimana Gus Dur
sebagai presiden memintaa maaf atas beberapa peristiwa
yang sebenarnya kesalahan pada peristiwa tersebut
bukan dia yang lakukan tapi pemerintahan sebelumnya.

Baru-baru ini kita tahu, Gus Dur memecat dua menterinya
dengan tuduhan melakukan tindakan KKN. Salah seorang
menteri yang dipecat, Laksamana Sukardi, telah melakukan
konferensi pers yang menyangkal secara tegas hal tersebut
dan memberikan klarifikasi atas kejadian-kejadian yang
mungkin dituduhkan pada dirinya dan meminta kepada
Presiden Gus Dur untuk menjelaskan lebih lanjut tuduhan
KKN yang ditimpakan kepada Laksamana Sukardi.
Bila kita mengacu pada penjelasan dari Laksamana Sukardi,
tampaknya Presiden Gus Dur telah melakukan kesalahan
dengan tidak menyertai  bukti-bukti kuat atau pun penjelasan
secara terbuka atas tuduhan KKN yang dilemparkan khususnya
kepada Laksamana Sukardi. Tuduhan yang tidak jelas dan tidak
mendasar ini sebenarnya bisa dimasukan tindakan yang
melanggar hak nya Laksamana Sukardi untuk diperlakukan
secara fair.

Dari dua kejadian di atas, tampak sekali terjadi dua peristiwa
yang cukup menarik diamati.

Gus Dur disatu kesempatan berani mengaku dan meminta
maaf secara terbuka atas kesalahan yang tidak dia lakukan,
tapi disisi lain Gus Dur sampai saat ini belum berani
mengaku dan meminta maaf secara terbuka atas kesalahan
yang tampaknya dia lakukan dalam hal pemecatan Laksamana
Sukardi dengan tuduhan KKN.

Akankah Gus Dur cukup bijaksana menyadari ketidakkonsistenan
dalam bersikapnya tersebut dimana disatu sisi beliau cukup berani
meminta maaf secara terbuka atas kesalahan yang tidak dia perbuat
tapi disisi lain tampaknya cukup berat buatnya untuk meminta maaf
atas kesalahan yang dia telah lakukan. Cukup ironis, bukan.

"Adalah lebih mudah meminta maaf atas kesalahan yang tidak
kita perbuat ketimbang meminta maaf atas kesalahan yang
kita perbuat." --- Irwan Ariston Napitupulu (2000 A.D.)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke