>lho, sejak kapan saya menyetujui tindakan banser?
>Khan juga dari awal sudah saya katakan bahwa lebih baik
>mereka menggunakan jalur hukum atau sekalian aja boikot
>koran Jawa Pos?
>Koq anda memutar balikan tulisan saya sih? Dan ini bukan
>kali pertamanya anda lakukan.
>Silahkan lihat lagi gih arsip tulisan saya.
>
>Pembahasan kemarin yg saya kembangkan selain soal
>banser adalah soal kesalahan Jawa Pos. Saya ngga mau
>tulis ulang lagi, soalnya udah dibahas dengan cukup panjang
>lebar.
Berpikir bahwa Banser sekalian saja memboikot Jawapos kan berarti setuju.
Apalagi ditambah dengan pengembangan yg sangat tidak proporsional tentang
"kebersalahan" jawapos terhadap "kebersalahan" banser. Apa saya salah
membaca? Hehehe....:)
> > Bagaimanapun, saya setuju pengadilan rakyat yg nggak jelas ini
>dihentikan.
> > Capek lihatnya. Makin lama makin konyol.
> >
> > Satu lagi, posisi polisi yg ditelikung terus akan membuat penanganan
>kasus
> > demo liar akan berlangsung. Bagaimana bisa bertindak kalau LSM
>menjadikannya
> > sbg amunisi. Tindakan perusakan kayak di Salemba mestinya ditangani
>dengan
> > tegas. Persis kayak tindakan polisi yg mengamankan Washington, DC tempo
> > hari.
>
>Nah, dulu anda yg protes kalau polisi DC melakukan
>tindakan tegas. Bahkan anda menyarankan polisi DC untuk
>berguru ke polisi kita. Nih, saya kutipin lagi tulisan anda dulu
>yg lengkapnya bisa dilihat di:
>http://www.egroups.com/message/diskusi-permias/567?&start=521
Lho, gimana. Konteksnya kan pihak AS beserta antek-anteknya LSM-LSM dan
personil dengan pemikiran keblinger memandang penanganan polisi terhadap
demonstran melanggar HAM (termasuk pemikiran anda). Itu saja dulu ditelaah.
Nah, sebuah channel TV di AS pernah memamerkan tugas polisi di AS yang hebat
dalam menghadapi ancaman dalam negeri. Yang diambil contoh adalah
demonstrasi di Indonesia, yaitu demo mahasiswa jaman Suharto mau lengser.
Setelah itu ditampilkan bagaimana perkasanya polisi atau petugas keamanan AS
dalam menghadapi demo beserta kiat-kiat meringkus para pendemo. Buat saya
ini suatu ironi.
>------awal kutipan------
>From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Tue Apr 18, 2000 7:08am
>Subject: Anti IMF?
>
>MSNBC memberitakan tak kurang dari 1200 orang ditangkap. Kayaknya polisi DC
>perlu belajar dari polisi Indonesia ya? Ada penegak HAM yg ada di sini yg
>dapat menerangkan mengapa dalam satu hari bisa menangkap 600 orang? Baru
>kena dorong sudah main tangkep. Baru kesel kalah main petak umpet sudah
>main
>tangkep. Gimana dong?
>
>--------akhir kutipan------
>
>Sikapa mendua yg anda lakukan seperti di atas itu yg bikin
>Indonesia semrawut dimana semua serba menurut maunya masing2,
>seleranya masing2.
>
>Cobalah anda untuk bersikap secara konsisten.
>Ketidak konsistenan anda dalam menulis/bersikap semakin
>mencerminkan seperti apa anda sebenarnya.
Ya terserah saya. Sebagaimana saya memandang anda yang sama sekali nggak
konsisten. Nih, tipikal pandangan anda akan selalu seperti ini:
- kalau ada hubungan dengan Gus Dur, PKB, dan terutama PDIP maka harus
dibela.
- kalau tidak ada hubungan, maka posisinya berkebalikan.
Kan gitu.
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com