From: NP
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 16, 2000 18:10
Subject: Re: ##### Memperluas Kerupuk sebagai Wadah Makanan
Hallo NP
*****Sekarang, gimana caranya kita dapat data tentang biaya dan proses
produksinya?
#####Mungkin para netter di sini bisa membantu rekan kita ini? Mungkin bisa
juga ditanyakan ke Fakultas TI untuk masalah biaya?
Tetapi ya dari aspek proses produksi berkaitan juga dengan "Teknologi
Makanan", "Medis", sampai "Teknologi Pengecoran".
*****Maksudnya supaya dapat dibandingkan dengan biaya dan proses produksi
styrofoam yang banyak dipakai (padahal sangat tidak ramah lingkungan!!) itu.
#####Mungkin untuk sementara kita nggak usah dulu bicara wadah makanan untuk
bisa dimakan. Tetapi bagaimana membuat wadah dari produk pertanian seperti
tepung kanji sampai menghasilkan bentuk artistik sebagai wadah makanan
sehingga bisa bersaing/mengalahkan wadah makanan dari styrofoam, plastik,
dan kertas.
Saya katakan produk pertanian seperti itu dengan asumsi bahwa kalau pun
nanti wadah makanan itu dibuang ... proses pembusukannya akan sangat cepat.
Ya secepat makanan itu sendiri.
*****Kalo ternyata perbandingannya "menguntungkan" pasti banyak pengusaha
yang mau memproduksinya.
#####Untuk merealisasikan itu diperlukan juga kemauan politik pemerintah.
Plus desakan LSM terkait.
*****Siapa bisa bantu???
#####Semoga saja para netter di sini bisa mengomentari lebih lanjut dari
aspek "tantangan", "kelebihan", "kekurangan", dan "peluang" dari prospek
kerupuk sebagai wadah makanan.
*****Ada yang kerja di pabrik pembuatan "cone" & styrofoam ????
Halo?
#####Ada nggak ya ?
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
Tambahan komentar dari NP :
Teman saya yang jadi anggota Green Peace sudah sejak lama memboikot
penggunaan styrofoam & tas plastik kresek, dengan cara tidak makan/tidak
membeli produk-produk yang dikemas dalam styrofoam (seperti mi gelas),
memakan mi GM di tempat (karena kalo dibawa pulang, bungkusnya pakai
styrofoam, sih!), meminta kardus sebagai pembungkus belanjaan (instead of
tas plastik) kalo belanja di supermarket. Dll. Saya sudah mengikuti jejaknya
sejak 2 tahun lalu. Memang agak repot, tapi at least we can do something for
the earth. Tapi rasanya boikot belum cukup kalo dikerjakan "sendirian" saja.
Kalo ada alternatif produk seperti yang diusulkan Acu ini, bakal lebih
optimal lagi.
GOOD ! GOOOD... GOOOD...