Mau aja. Kerjanya enak kok. Sayangnya yang nggak mau ada 201 juta minus
satu. Soalnya program pertama adalah:
- pembersihan unsur-unsur Gus Dur dari semua lapisan pemerintahan kecuali yg
mampu (sayang nggak nyampe 5%).
- memeriksa kesehatan Gus Dur apakah masih waras atau tidak (kalau waras kan
nggak akan ngomong aneh-aneh kan?)
- menghukum Gus Dur karena tidak mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan
membuat kekisruhan.
- mengangkat Gus Dur sebagai pahlawan persatuan bangsa (aneh kan?)
- menghukum Habibie karena kesembronoannya atas kasus Timtim.
- membuat pangkalan AU dan AL di Maluku Selatan, Sumut, dan Sulut.
- menarik duta besar dari Aussie dan PNG.
- merekrut 500,000 tentara untuk bersiap menghadapi ancaman dari Selatan dan
Timur.
- merekrut 200,000 polisi baru.
- mencanangkan wajib militer bagi semua pemuda di atas 18 tahun.
- membangun jalan-jalan mulus di sepanjang perbatasan di Kalimantan dan Irja
(biar para maling tidak dapat memindah patok perbatasan).
- menghukum semua konglomerat yang melarikan modal ke LN, termasuk di
dalamnya anak-anak Suharti, eh, Suharto.
- mengangkat Agus Wirahadikusuma sebagai Pangab (opininya tentang reposisi
TNI bagus sekali, baca aja di republika terbitan hari ini. Orang sipilnya
saja yg malah berpura-pura bloon).
- membuat lapangan di depan istana dan kantor-kantor pemerintahan khusus
untuk demo.
- menindak tegas (kalau perlu ditembak mati di alun-alun) pendemo yang
keluar dari lapangan, atau merusak fasilitas umum.
- menendang keluar gelanggang IMF (silakan baca koran hari ini bahwa
Thailand melakukan tindakan ini juga)
- menghukum mati semua polisi/tentara yang ketahuan menjual obat dan menjadi
backing tenpat-tempat maksiat (udah baca belum kalau para backing cafe di
Kemang menyerbu dan melukai polisi polsek Mampang? Rambutnya pada
cepak-cepak).
- menghukum mati AS Hikam yang mengubah institusi-institusi teknologi
nasional menjadi berbagai taman ismail marjuki (wong ahli sastra). Bukannya
bikin gebrakan malah menghambur-hamburkan uang dengan berjalan-jalan naik
heli (baca koran hari ini deh).
- membubarkan PDIP dan menyatakannya sebagai partai terlarang kecuali kalau
mau membubarkan satgas-satgas tukang terornya (hehe...)
- idem buat PKB kecuali membubarkan atau mereposisi kedudukan banser-nya
itu.
- mengirim kiai-kiai seperti Siraj untuk mengambil kuliah minimal S1 (biar
rada intelek).
- menggalakkan pengiriman mahasiswa ke LN, dan menghukum mati semua yang
berusaha mengambil kesempatan untuk KKN.
- membubarkan PT Telkom, atau memecahnya menjadi 3 buah perusahaan biar kita
dapat mengembangkan infrastuktur internet (biar pada bisa bikin bisnis lewat
internet ya...hehehe...).
- tentunya keluar dari milis permias@.

Nah, tentunya harus ada langkah pertama kan? Ya sudah, langkah pertama saya
adalah permisi saja dari sini. Bye-bye, hehehe.....:)


Anjasmara


----------------------------------------
>From: Faransyah Jaya <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: "Buang" saja Syahril Sabirin ke Nusakambangan
>Date: Mon, 19 Jun 2000 09:53:06 -0700
>
>Pak anjas. kalo GD di buang ke Nusa kambangan, yang gantiin siapa ?
>anda mau nggak ?
>
>faran
>
>
> >Date:         Sun, 18 Jun 2000 18:12:22 EDT
> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
> >From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject:      Re: "Buang" saja Syahril Sabirin ke Nusakambangan
> >To: [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Lebih tepat kalau GusDur yang dibuang ke Nusa Kambangan.
> >Pernyataan-pernyataan bersifat partisan begini ini nggak cocok untuk
> >dikembangkan lebih lanjut. Katanya pengen mengembangkan pemerintahan yang
> >bersih, masak ada praktek intervensi kok malah didukung.
> >
> >Satu lusin alasan mengapa GusDur yang perlu dimasukkan ke Nusa Kambangan
> >adalah:
> >(1) pernyataannya bahwa dia lebih tahu dari Jakgung mengenai Syahril. Kok
> >sedemikian hebat seorang presiden lebih tahu dari penyidik. Bos-nya
>penyidik
> >saja belum tahu tuh.
> >(2) mengembangkan KKN yang didukung oleh kroni-kroni barunya yaitu dari
> >kalangan NU dan PDIP.
> >(3) menjalankan sistem pemerintahan tidak dengan cara yang profesional,
> >tetapi dengan administrasi pesantren yaitu sistem kekeluargaan. Ini hanya
> >sesuatu yang berbeda bentuk dari sistem kekeluargaan Orde Barunya
>Suharto.
> >(4) mengembangkan sistem akuntasi kekeluargaan untuk dana-dana
>non-budgeter,
> >yang termasuk di dalamnya adalah bantuan LN.
> >(5) menunjuk yayasan keluarga untuk menyalurkan dana bantuan LN kepada
>yang
> >berhak, namun ternyata jumlah yang disalurkan tidak ada seperempatnya.
> >(6) mengemplang dana non-budgeter Bulog dengan mengabaikan
>prinsip-prinsip
> >administrasi kenegaraan yang bersih.
> >(7) mengabaikan tegaknya hukum dengan melakukan intervensi diluar
> >kewenangannya.
> >(8) mengabaikan tegaknya hukum dengan mengajak Sofyan Wanandi yang masih
> >berstatus cekal untuk jalan-jalan ke LN.
> >(9) mengutamakan bisnis keluarga dengan segala cara, dengan contoh
>berusaha
> >menggusur Syahril hanya semata-mata dendam pribadi akibat bank-nya
> >dilikuidasi.
> >(10) berusaha mengembangkan komunisme dengan alasan rekonsili nasional
>yang
> >benar-benar silly. Memang ada berapa orang komunis di Indonesia sehingga
> >sedemikian pentingnya memaksakan kehendaknya?
> >(11) Gus Dur hendak membubarkan BI hanya karena amarahnya.
> >(12) Gus Dur berkali-kali melecehkan dan melangkahi DPR.
> >
> >Demikian agar menjadikan periksa, dan mengingat Kejakgung sudah berubah
> >fungsi menjadi tukang gebug pemerintah, sebaiknya Gus Dur beserta kroni
> >dihadapkan ke pengadilan rakyat saja.
> >
> >
> >Anjasmara
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke