In a message dated 6/19/00 10:15:31 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

<< Bagaimana menurut rekan Pohan kans dari Slovenia
 hari rabu nanti?
 Terus terang saja saya tertarik dengan semangat juang mereka
 khususnya waktu lawan Yugoslavia. Sempat unggul 3-0, walau
 akhirnya harus berakhir seri 3-3.
 Moga2 semangat yg mereka miliki itu bukan karena bertemu
 Yugo saja, tapi memang semangat yg dimiliki dalam mengikuti
 EURO2000.....:) >>


Siklus waktu kadang jadi faktor penting. Bagi Slovenia ini berlaku. Euro2000
semacam "pemanasan", dan mereka bakal lebih berkibar Piala Dunia mendatang
atau Euro mendatang. Piala Eropa lalu, Turki yang baru pertama tampil pun
begitu dan langsung lenyap yang kemudian memasuki siklus pematangannya Piala
Eropa sekarang (Tetapi nasibnya, prediksi saya, tak lebih dari perempat
final). Kamerun dalam Piala Dunia'82 (?) dulu juga begitu, awalnya
mengejutkan, namun kematangannya baru terbentuk setelah piala-piala dunia
selanjutnya.

Lawan Slovenia besok cukup berat. Norwegia lebih matang sebagai tim dan
stabil, karenanya bakal melengserkan Slovenia. Intuisi striker yang dimilili
Zahovic memang hebat, tapi tak bakal cukup kuat melumat Norwegia. Benteng
pertahanan Slovenia sangat rapat dan begitu konservatif. Hanya tim yang
memiliki kesolidan seperti Inggris, Perancis atau Belanda yang mampu
menghancurkannya.

Sayangnya undian pertandingan menempatkan Slovenia langsung bertemu Yugo.
Karakter permainan mereka hampir sama (Mirip seperti (kelak) timnas Persiraja
versus Indonesia di Sea Games;-)).

JIka lawan pertamanya Spanyol, hasil selanjutnya mungkin beda.

Semangat Slovenia adalah semangan tim yang tidak diunggulkan, namun cepat
mabuk. Kematangannya sama sekali masih mentah, labil. Prestasi mereka, saya
kira, akan lebih bersinar di Euro mendatang.
Jika ingin menggebuk Norwegia besok, syaratnya banyak. Pertama, Slovenia
harus sabar dan jangan terpancing pola permainan lawan yang membosankan.
Kedua, para pemainnya harus menekan ego dalam-dalam dan berpikir hanya
'ngotot-ngotot-ngotot'. Ketiga, barisan pertahanannya harus disiplin dan
jangan terpancing terlalu jauh meninggalkan pertahanan. Pola man to man
marking, saya pikir lebih efektif meredam barisan penyerang berbahaya Flo dan
Solksjaer. Secara keseluruhan, saya pikir tidak salah jika Slovenia
menerapkan pola catenaccio Italia dulu. Jika persyaratan ini bisa dipenuhi,
saya yakin Slovenia lah yang menang.

salam,
penyimak pinggiran

Kirim email ke