Di bawah ini ada 2 artikel, satu dari SP yg memuat pernyataan Gus DUr, dan satu lagi dari Detik yg memuat balasan pernyataan dari Kalla. Ingat lho, untuk mengecek prestasi kerja perusahaan itu gampang. Tinggal lihat catatan. Jadi siapakah yang hidungnya panjang? Anjasmara --------------------------------------------------------- SUARA PEMBARUAN DAILY ----------------------------------------------------------- Tender Bukaka Batal Sesuai Asas Kompetisi Kairo, 20 Juni Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mengatakan, tender PT Bukaka Teknik Utama dibatalkan agar tender itu benar-benar dilaksanakan berdasarkan asas kompetisi, sebab sebelumnya ada satu tender yang dimenangkan oleh Bukaka tapi tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya. ''Saya tanya kepada Departemen Pertambangan dan Energi, bagaimana orang yang tidak melaksanakan janjinya kok menang, ini nggak boleh,'' kata Gus Dur menjawab pertanyaan wartawan, di Kairo, Senin (19/6) malam. Artinya itu semua, tambah Gus Dur, kalau orang menang tender harus melaksanakan. Kalau tidak melaksanakan maka dia tidak boleh ikut tender lagi sampai hakim menyatakan dia boleh ikut. ''Jadi keputusan itu bukan di tangan kita, tapi di tangan hakim,'' katanya. Ditanya wartawan, apakah masalah tersebut tidak akan menjadi preseden buruk? ''Siapa yang bilang buruk,'' jawab Gus Dur. ''Kita terbuka untuk tender lagi. Sebetulnya tadinya kita menghubungi pihak Jepang yang akan membiayai pembangunan proyek itu. Si Jepang menyatakan supaya retender, ada tender lagi. Kita tidak masalah untuk itu,'' kata Gus Dur ketika ditanya apakah nanti Bukaka boleh ikut tender ulang. Sementara itu, ketika ditanya apakah akan ada reshuffle kabinet, Gus Dur menjawab, ''Nggak ada. Bolak-balik kok tanya masalah itu,'' katanya. (M-11) ------------------------------ Tuduhan Bukaka Telantarkan Proyek Jusuf Kalla: Gus Dur Asal Bunyi Reporter: Abdul Haerah, Foto: Luhur Hertanto detikcom - Makassar, Pernyataan Gus Dur bahwa pembatalan PT Bukaka sebagai pemenang tender proyek di PLN lantaran mangkir kerja, dibantah pemilik Bukaka Jusuf Kalla. "Gus Dur itu asbun (asal bunyi)," katanya. Menurut mantan Menperindag yang dipecat Gus Dur ini, logika berpikir presiden sudah terbalik. "Dikatakan Bukaka tidak kerja, bagaimana mau bekerja kalau Gus Dur mengintervensi keputusan Adhi Satrya, Direktur PLN Desember 1999,� kata Jusuf Kalla kepada detikcom, Selasa (20/6/2000) di ruang kerjanya di Makassar. Seperti diketahui, selama di Kairo, Mesir, Presiden menjelaskan alasan dibatalkannya tender proyek Transmisi Listriuk Klaten-Tasikmalaya yang dimenangkan oleh PT Bukaka. Menurut Gus Dur, Bukaka sebagai pemenang tak melaksanakan kewajiban. Tentu saja tuduhan itu membuat kubu Bukaka mencak-mencak. Menurut Jusuf, atas intervensi Gus Dur itu, Adhi Satrya batal menandatangani perjanjian antara PLN dengan tiga konsorsium perusahaan masing-masing, Bukaka, Wijaya Utama, dan Mega Elektra. "Padahal, Bukaka sudah siap melakukan proyek," kata Jusuf. Gus Dur Mau Masukkan ABB Intevensi ini menurut Jusuf, dilakukan Gus Dur, karena ingin memasukkan perusahaan asing bernama Asea Brown Boveri (ABB) perusahaan infrastruktur asal Swiss, yang sewaktu tender menempati urutan pemenang ketiga. Masuknya perusahaan ini karena kedekatan Gus Dur dengan Harold Jensen, seorang kawannya, jauh sebelum Gus Dur jadi presiden. Jusuf tak menjelaskan nama kawan Gus Dur. Namun sebuah sumber menduga orang dimaksud adalah H. Masnuh, pengusaha yang banyak bersentuhan dengan PLN dan dikenal sebagai pemilik rumah Jl. Irian 7 Menteng, Jakpus. Bila BB masuk, Jusuf melihat ada yang aneh. �Bagaimana bisa masuk kalau tender ABB 15 juta dollar di atas Bukaka,� ungkap bernada tanya. Kembali soal tudingan menelantarkan proyek, Jusuf kembali mengutarakan: "Saya rasa sangat terhormat, bila Gus Dur mau menunjukkan proyek apa itu.� Pengusaha tulen asal Makassar ini menjamin, 20 tahun lebih bekerja sama dengan PLN, perusahaannya tidak pernah menelantarkan proyek. �Jangan tanya saya deh, Tanya ke PLN sana,� katanya. Memang, kata Jusuf, ada satu proyek yang ditangani Bukaka tidak selesai sesuai jadwal. Namun, itu karena kesalahan pihak PLN yang terlambat dalam proses pembebasan tanah. �Malah kita menerima uang ganti rugi dari pihak PLN," katanya. Mantan Menperindag ini amat menyayangkan keputusan Gus Dur yang membatalkan tender PLN. �Hanya karena kepentingan perusahaan asing, sekitar 5.000 insinyur dari Indonesia yang bekerja di Bukaka, dengan terpaksa akan di-PHK,� katanya. (sap) ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
