Sudahlah, apa nggak capek ngebela-belain kelompok agamanya masing-masing.
Nih buat yang merasa Kristen, buktinya kan orang-orang Muslim banyak yang
tersingkir dari Ambon, Poso, Kalbar. Itu saja buktinya. Kok sibuk amat
sampai-sampai Amien Rais mau dituntut untuk di-impeach. Bener-bener nggak
ada hubungannya.
Buat Bung YS, kok nggak di-forward sih 200 orang warga pesantren yng
dibantai dan dihanyutkan di sungai? Kalau nggak salah sempat ada di Sidney
Morning Herard deh. Just curious saja..:)
Nah, kalau mau kita objektif dan berorientasi pada penyelesaian masalah,
mestinya semuanya nggak didukung. Justru yang perlu dicari oleh kita semua
adalah orang-orang yang mempersenjatai dan memanas-manasi. Kalau susah
mencarinya masih ada cara lain. Tapi memang perlu ada pengorbanan ya:)
Memang ini jelas aneh bin ajaib. Semua wilayah yang mempunyai proporsi
penduduk Islam terhadap Kristen kira-kira 50%-50% kok tiba-tiba pada
bertengkar. Lihat saja Ambon dan Maluku Utara, Poso, dan terakhir di Sumut
(Medan). Apa nggak aneh? Makanya saya kan sempat memprediksi bahwa sasaran
berikutnya adalah Mataram atau NTT. Kalau mau hitung-hitungan kota per kota
adalah Solo, Jogja, Salatiga, dan mungkin Tangerang (yg ini kata orang).
Nah, Ambon dan Maluku sudah terlanjur besar. Sudah terlalu kompleks untuk
ditelusuri. Bukannya lalu pasrah sih.
Untuk Poso, nah, ini masih dapat diselesaikan. Kita mungkin bisa lihat
ketidakberhasilan untuk menjadikan Medan sebagai Ambon kedua. Caranya apa?
Caranya adalah para pendeta di Ambon, eh, Medan sepakat tidak akan
terprovokasi. Caranya orang-orang pentolan Kristen di Jakarta lalu justru
meminta orang Kristen di Medan untuk berdiam diri. Padahal ada korban
Kristen yang mati kan? Baca saja sendiri, ada beberapa kan. Yang terlanjur
mati ya sudah. Yang penting nggak ada serangan kepada umat Muslim di sana
kan? Akhirnya aman kan? Akhirnya sang provokator saking kesalnya malah
ngebom restoran kan? Akhirnya terlihat hasilnya bahwa bukan orang Islam di
Medan yg ngebom kan?
Nah, kayak di Poso ini asal usulnya kebalik dikit. Yang dikorbankan dulu
yang Muslim. Dibunuhlah beberapa. Lalu gantian membalas. Akhirnya makin
gede. Herannya yg Kristen lalu punya senapan otomatis M16, dan yang Islam
punya granat made in Belgia. Kan aneh?
Untuk kasus Poso ini yang jadi provokator memang orang Kristen. Mungkin
dibayar orang Aussie kali. Jadi biar nggak berkembang pesat, silakan para
pengurus PERMIAS terutama yang Kristen untuk unjuk rasa menangkap provokator
ini, yang beragama Kristen. Kalau yang unjuk rasa orang Muslim nanti dituduh
ngebelain kan? Nah, make sense nggak? Hitung-hitung ngalah untuk kepentingan
bersama. Memang kalau ngotot-ngototan lalu bisa membunuh misalkan orang
Muslim sebanyak 2 kali lipat orang Kristen yg terbunuh lalu apa untungnya?
Nggak ada kan?
Untuk kasus di Ambon juga dimulai oleh orang-orang "Kristen" yang dibayar.
Saya bukannya mau menunjuk atau mau menang sendiri. Tapi coba deh anda
melihat dari sisi provokator. Mana lebih memberi hasil untuk membayar orang
"Islam" menyulut api SARA di Ambon ataukah membayar orang "Kristen" untuk
bakar-bakaran? See.....:)
Masih ingat enggak kasus pertama Ambon? Bukankah kasus pertamanya adalah
preman yang "Kristen" tidak mau membayar uang naik oplet kepada kondektur
oplet yang orang asal Sulsel (beragama Islam). Coba deh ingat-ingat
sedemikian hebatnya pembelaan anda-anda yg beragama Kristen, dan membuat
berbagai versi asal usul pertengkaran. Coba ingat bagaimana anda-anda sibuk
menforward pernyataan gereja apa kek di Ambon. Lihat sendiri sekarang.
Apakah hasilnya menguntungkan kita semua? Nggak ada yang untung. Makanya
jangan ngotot dulu deh. Lihat dulu skenario yg paling mungkin dijalankan.
Dulu saya juga sudah mengusulkan agar rekan-rekan yg beragama Kristen di
milis ini pada bikin apa kek. Mau dibilang resolusi kek....:) Arahannya ya
menuntut agar umat Kristen di Ambon jangan ofensif. Setelah beberapa lama
gantin yang Islam bikin resolusi serupa. Tapi dulu itu lalu dibilang main
enak sendiri. Antara lain ya si Irwan itu (pasti mau nyuruh lihat arsip,
hehe....) Sekarang saya juga mengusulkan hal serupa deh. Ditambah agar umat
Kristen di AS menuntut pemerintah Aussie menghentikan penyiaran ajaran
Kristen lewat radio dihentikan. Harapannya tentunya yang Islam juga melihat
niat baiknya kan? (Jadi nggak usah lalu sibuk HAM segala macem, wong perang
ya nggak ada HAM-HAM-an segala macem. Kok lucu......:)
Pada mau enggak? Pasti dibilang mau enak sendiri lagi....:) Wah......, nggak
heran urusannya nggak selesai-selesai. Nah, ayo Irwan terus belain umat
Kristen yah......:) Belain terus..... apa sih hasilnya? Kirim bantuan dana
agar bisa bunuh 400 orang Muslim gitu? So what?
Kalau pada setuju, koordinir deh PERMIAS-nya. Tapi jangan atas nama PERMIAS
ya. Pakai aja anggota PERMIAS yg beragama Kristen, lalu sebaliknya umat
PERMIAS yg beragama Islam. Kalau atas nama PERMIAS doang sih nanti dibilang
asbun biar beken di tanah air. Yah, pokoknya mulai dulu deh dengan yg
simpel-simpel saja dulu. Pokoknya ada sumbang pikir. Nanti pernyataannya kan
gampang minta dimuat di Jawapos kek. Detik.com kek.
Buat Budi, ya inilah yg saya bilang ide saya. Intinya, yg harus menekan umat
Kristen untuk berhenti menyerang harus orang Kristen, dan sebaliknya. Bukan
orang lain, bukan Paus, bukan Gus Dur yg Islam (tapi nggak jelas), bukan
pula Megawati yg malah nggak jelas agamanya, bukan pula pemimpin yg
kebetulan beragama Hindu (kayak yg dicoba diterapkan oleh pemerintah yg
katanya biar adil itu).
Pikir-pikir deh ide saya ini masuk akal tau tidak...:) Applicable atau
tidak...:)
Anjasmara
'-------------------------------------
>From: Yohanes Sulaiman <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: Maluku:200 Kristen dibakar di Gereja ?
>Date: Tue, 20 Jun 2000 12:56:55 -0700
>
>I really hate to say this, but congratulations, everyone.
>Sekali lagi, Indonesia masuk the New York Times, yang
>jeleknya tentunya.... Tak tahu berapa persen penurunan
>jumlah turis tahun ini....
>
>
>--------------------------
>June 20, 2000
>
>At Least 116 Dead After Religious Clash in Indonesia
>By THE ASSOCIATED PRESS
>
>
>JAKARTA, Indonesia -- Muslim fighters attacked a Christian village,
>leaving at least 116 people dead, in what Christians said Tuesday
>was a massacre on a remote island in eastern Indonesia.
>
>Police said 108 Christians and eight Muslims died in the fighting
>Monday in the village of Duma, on Halmahera island about 1,600
>miles northeast of Jakarta.
>
>Unconfirmed claims by church workers said as many as 160 people,
>including 152 Christians and eight Muslims, were killed, making the
>carnage one of the worst incidents on record in a long-running
>sectarian conflict in the Maluku islands.
>
>The Muslim fighters were armed with military-style weapons, police
>said, as well as bows and arrows. Christian residents fought back
>with homemade guns or fled into a forest. The clash lasted for about
>one hour, they said.
>
>The official Antara news agency said 150 people were wounded and
>292 homes and a church were burned.
>
>It was the latest outbreak in an 18-month religious feud on the Maluku
>islands, also known as the Moluccas -- or, during Dutch colonial times,
>as the Spice Islands -- in which more than 2,500 people have been
>killed.
>
>"It was a massacre by Muslims," said Father Hadi, a Protestant
>clergyman, based in the nearby town of Tobelo.
>
>Sartje Wasapapuling, an official at the Evangelical Christian Church
>in Tobelo, cited local clergy as saying the Christian death toll was 152.
>
>She said there were fears for the safety of some Christian women and
>children who had been taken away by Muslims.
>
>Maj. Puguh, an army officer based in the North Maluku provincial capital,
>Ternate, said soldiers and marines dispersed the warring gangs, Antara
>reported. However, the situation on Halmahera remained tense Tuesday.
>
>Wounded victims had been evacuated to Tobelo, about 21 miles north of
>Duma, said Puguh, who like many Indonesians uses only one name. At
>least two soldiers had been wounded, witnesses said.
>
>Hadi said fleeing villagers from Duma had told him that about 500 Muslim
>fighters in black and white uniforms descended upon their homes.
>
>"It was a very quick attack. They had automatic rifles but the Christians
>only had homemade weapons," he said.
>
>Hadi said about 1,000 mainly Christians live permanently in Duma, but
>its population during recent weeks swelled by 2,000 as people fled
>continued violence in the surrounding countryside.
>
>Hadi said there were only about 30 soldiers on duty in the village and
>they were unable to stop the violence until the military reinforcements
>arrived.
>
>Local Muslim groups were not immediately available for comment.
>
>The violence shows no sign of abating in the Maluku islands despite
>repeated peace efforts by Indonesian President Abdurrahman Wahid,
>a respected Muslim cleric who espouses religious tolerance.
>
>Earlier this month, Pope John Paul II urged Indonesia's leaders to do
>more to stop the carnage.
>
>About 90 percent of Indonesia's 210 million people are Muslim, making
>it the world's most populous Islamic country.
>
>Christians, however, are a majority in the Maluku islands, which had
>been renowned for its religious tolerance before sectarian violence
>broke out in January 1999.
>
>Some blame the conflict on economic and social pressure from an
>increasing numbers of Muslim settlers from other parts of the sprawling
>Southeast Asian nation.
>
>Several months ago an Islamic group, calling itself Laskar Jihad, or
>"Holy War Force," was accused of dispatching more than
>2,000 Islamic paramilitary troops into Maluku.
>
>It was not immediately clear whether any of it members were involved
>in Monday's violence.
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com