Salam,
Pertanyaan rekan Hardi saya forward ke permias@ dan insa@ dan menjawab
jawaban dari rekan Ruli yang mendapat gelar Bachelor of
Mechanical Engineering Technology (bukan Bachelor of Science in Mechanical
Engineering) dari University of Toledo, Toledo, Ohio, USA
Terima kasih atas jawaban dari Ruli.
Jabat erat,
Ahmad Syamil
-------------- fwd -------------
Jawaban dari Ruli:
Perbedaan Science dan Technology dalam University sama seperti apa yang
sudah dijelaskan oleh rekan Hardi. Science lebih cenderung pada riset dan
prerequisite-nya untuk mengambil "Master" sudah disiapkan pada akhir tahun
(Senior level). Kemudian untuk jenjang PhD nya juga lebih mudah, karena dari
title-nya sendiri udah ketahuan (i.e. Bachelor "Science" of Engineering).
Yang menurut saya hanya mengutamakan pengertian kepada teori pelajarannya
dibanding dengan menjalankan pekerjaannya itu sendiri.
Lulusan Technology, juga bisa meneruskan ke jenjang master, hanya saya belum
tahu banyak universitas mana saja yang mempunya Master of Technology.
Mungkin yang terdekat dengan Toledo adalah Eastern Michigan University
(EMU). Sedangkan PhD nya belum pernah dengar. Lulusan Technology disini juga
bisa meneruskan ke jenjang Master of Science, hanya saja pre-requisitenya
lebih banyak dibanding dengan level of Science. Karena tujuan lulusan
Technology adalah tenaga siap pakai, lebih banyak prakteknya dibanding
dengan Science class. Tidak ada pekerjaan yang menyangkut dengan research
project, yang ada hanya real project.
Pengalaman saya sewaktu baru lulus dari Mechanical Engineering Technology,
ditawarin oleh Professor saya untuk meneruskan ke Master of Science of
Industrial Engineering. Setelah dihitung prerequisitenya, kemungkinan
sekitar 2 atau 3 semester lebih banyak. Tapi karena saya sudah terlanjur
mengambil prerequisite di Business Administration, [saya] tidak jadi
mengambil Master of Science in Industrial Engineering tapi kemudian saya
mengambil MBA]
Terima Kasih,
Ruli Harjowidianto
------------------------------- fwd -----------------
Saya ingin nanya otonomi kampus kaitannya dengan lulusannya. Terutama
perbandingan dengan rekan-rekan yang ada di Luar Negeri
Di LN dibedakan nggak sih sekolah bagi engineer yang praktisi dengan
engineer yang riset? Engineer yang praktisi itu insinyur yang bangun gedung,
pabrik, jalan, produksi, dll. Engineer yang riset itu yang meneliti baik di
kampus maupun di lembaga penelitian.
Pertanyaan ini timbul soalnya saya pernah dapet info bahwa engineer praktisi
itu lulusan Sekolah Tinggi, sedangkan engineer riset lulusan Universitas.
Benar nggak? Yang sekolah di Eropa mungkin tau soal ini. Ini bukan soal
politeknik dan universitas.
Kalo emang beda, apakah konsep itu akan hadir kembali di Indonesia? Dulu kan
di sini ada macem-macem sekolah tingkat perguruan tinggi. Sekarang
kelihatannya cenderung hanya ada universitas / institut.
Salam,
Hardi
Intrasarana <[EMAIL PROTECTED]>