Yang saya tekankan di sini adalah layanan jasa bagi mereka yang masih
belum terampil. Bukan saja belum terampil mengakses internet karena di
rumahnya belum ada, juga belum terampil untuk menulis surat kepada
kerabatnya lewat internet karena memang tidak terbiasa menggunakan komputer.
Masyarakat dengan katagori ini sangat banyak lho, apakah dari orang kaya
maupun dari orang miskin. Ini kan perlu diantisipasi.
Misalkan ada seorang ibu yang salah seorang anaknya sekolah di Amerika
Serikat. Ia orang berada. Punya ini dan itu. Hanya sayangnya, ia masih awam
dengan apa yang dinamakan WARNET, Internet, email, sampai komputer.
Menggunakannya pun nggak bisa. Di rumah ia tinggal hanya dengan suaminya.
Sekali waktu ayah si anak itu sakit keras. Si ibu langsung menelepon
kepadanya. Sayang kebetulan si anak sedang tidak ada di tempat. Menelepon
kepada kedua orang temannya di Amerika Serikat pun kebetulan sama juga.
Jadi bingungkan.
Kalau dengan email kan, si ibu bisa mengirimkankan berita berbagai
milis Indonesia di Amerika Serikat, seperti Permias-Net, IDS, sampai
Bincang-Net melalui adminnya masing2.
Karena pun ibu ini masih gagap teknologi, toh masih bisa mengandalkan
WARNET <asal tahu saja alamat para admin milis tersebut yang diperoleh dari
si anak>
Nah, hal2 seperti itu hendaknya dijadikan sebagai salah satu
pelebaran jasa Internet oleh pihak WARNET.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu