Pihak Warnet dalam rangka mencerdaskan bangsa bisa saja bilang, "Bu,
padahal gampang lho membuat email dan mengoperasikan komputer itu".
    Tetapi bagaimana kalau si ibu itu jawab, "Saya tahu. Tapi nggak ada
waktu nih! Karena itu saya upahkan. Lagian pula di rumah nggak ada yang bisa
disuruh"
    Bagaimana kalau sudah begitu? Padahal konsumen seperti itu sangat
banyak,  khususnya mereka yang tidak menjadikan kegiatan "akses internet"
dan "operasi komputer" sebagai prioritas dalam rutinitasnya, sementara
sekali waktu memerlukan memerlukan komunikasi lewat surat dengan cepat.
Sayangkan kalau peluang bisnis ini kita abaikan ?
     Jadi tidak salah bila di WARNET berisi pula tenaga kerja yang bertugas
"Mengetikkan Surat dari konsumen dengan komputer".
     Bukankah sekarang ada jasa menerima ketikan. Kalau nggak salah setiap
lembarnya <folio> adalah Rp. 1.000 sampai Rp. 1.500
     Itu baru untuk surat saja. Belum lagi tarif pengiriman <pokoknya jauh
lebih murah ketimbang perangko>. Belum lagi tarif penjemputan naskah surat
maupun pengantaran surat balasan <ini bisa saja terjadi karena konsumen
tidak waktu punya ke WARNET>.
     Yang penting pihak WARNET bisa menutup semua isi surat.  Selain itu
bertindak cermat, dalam artian, jangan sampai terdapat  perbedaan kalimat
sedikit pun antara "naskah surat" dan "surat hasil ketikan".

Salam,



Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke