Salah satu kebolehan seorang tokoh politisi nasional di suatu negara
adalah kemampuan melakukan kerjasama "TERSYIRAT" dengan tokoh politisi
nasional lainnya. Taroklah masing-masing bernama "A" dan "B"
Maksud tokoh politik nasional adalah mereka yang mempunyai pengaruh
secara nasional di mana masing-masing mewakili partainya.
Dikatakan "TERSYIRAT" karena antara mereka tidak pernah bertemu untuk
membicarakan sesuatu. Tetapi "Yang satu" ngerti apa yang dimaui "Yang lain".
Misalkan : masing-masing secara "TERSYIRAT" sepakat untuk
memperlihatkan pertentangan politik secara tajam di depan publik. Kalau
perlu "Yang satu" menuduh "Yang lain" tentang hal tertentu.
Kalau memang terwujud ya terang saja ... akan terjadi fenomena politik
secara nasional. Berbagai media massa mengupas seputar pertentangan tajam
antara A dan B. Mungkin saja simpatisan tokoh politisi nasional yang satu
melakukan demo ke tokoh politisi nasional yang lain.
Bukan itu saja. Diskusi tajam/debat kusir pun berlangsung di Mailing
List berdasarkan referensi dari media massa on-line. Sampai-sampai kata ala
preman di Terminal Bis pun muncul seperti "Globlok", "Nggak Becus", sampai
"Ngawur".
Belum lagi perbincangan serupa di kedai kopi, kampus, sampai warung
tegal.
Pokoknya seru deh.
APAKAH ARTI SEMUA ITU ?
Apa yang diperbincangan antar warganegara di suatu negara tentang
"pertentangan antara tokoh politisi nasional" di dalam negerinya belum tentu
kenyataan sebenarnya seperti itu.
Bisa saja mereka melakukan kerjasama "TERSYIRAT" dengan maksud
melakukan eskperimen politik. Misalkan untuk menjebak reaksi publik maupun
politisi. Kemudian dijadikan input untuk strategis politik selanjutnya.
Di negara mana saja hal tersebut pernah terjadi ? Saya tidak tahu.
Tetapi secara teori hal tersebut bisa terjadi. Politik tingkat tinggi
namanya juga.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu