Salam PERMIAS,

Ini untuk kedua kalinya -kalau tidak salah lho- saya membaca nama Bapak
Dubes RI kita di AS di bawa2 di milis permias@ dengan pernyataannya yang
mengatakan bahwa permias@ kebanyakan sampahnya (bau donk..hehehe...).

Well, taruhlah pernyataan itu pernah beliau ungkapkan -entah dimana itu-
dan taruhlah pernyataan beliau itu benar adanya, so adakah terlihat niat
dari beliau untuk 'sejenak' mengintip ke dalam permias@ kebenaran kata2
beliau tsb. dan berusaha -sebagai seorang Bapak- untuk memberikan suatu
'wejangan' di dalam milis ini bagaimana caranya agar milis permias@ yang
tercinta ini tidak 'kebauan' oleh sampah lagi.

Hmm, jawabnya ada dalam hati Bapak Dubes RI. Bukan begitu, Bapak Dubes?

Kalau Bapak Dubes RI hanya mendengar atawa membaca beberapa potong email
yang ada di dalam permias@ ini (saya katakan beberapa potong email, coz
tidak mungkin beliau mengikuti permias@ sejak awal berdirinya, wong saya
sendiri hanya berani men-judge permias@ sejak saya hadir disini kok) itu
sich tidak ada bedanya dengan 'kebanyakan' orang Indonesia lainnya, yang
-katanya- bisa ngeritik doank. So, no wonder negara kita berantakan gini,
wong untuk level permias@ aja, ada orang -Dubes RI lagi- bisa seenaknya
ngeritik, tapi tidak ada di dalam milis permias@ ini (oops, gimana kalau
ternyata ada, Dharma? Hehehe..maaf, pak Dubes, but aniwei, kok Bapak nggak
nulis aja di [email protected]...).

Terus terang, sebenarnya saya tidak ingin mengomentari komentar mas Dody,
tapi perlu mas Dody ketahui, bahwa saya akan saya menghargai orang yang
memberi kritik kepada permias@ apabila orang tersebut benar2 terlibat di
dalamnya, sebagai misal, mas Syamil, mas Yohanes, mas Moko, mas Jaya, mas
Yusuf, mas Mubasyir, mas Pandu, mas Okki, mas Arya, Daeng Ida, kang Nasrul
(walaupun nyelimet, saya sangat menghargai ide2 kang Nasrul..Go Nasrul!!),
lae Irwan, mas Agus van Syracuse dan saya juga lho (plus yang lainnya yang
saya lupa nama2nya), dan apabila mereka ini mengeritik permias@, dan sudah
barang tentu, kita semua yang ada di milis ini berusaha untuk memperbaiki
atawa paling tidak meningkatkan mutu dari penulisan di dalam permias@ ini.

So, mas Dody, kapankah anda terakhir kali menulis di permias@? Maukah anda
menunjukkan kepada rekan2 yang saya sebutkan namanya diatas bagaimana cara
menulis yang baik, dan saya yakin, mereka akan belajar banyak dari anda.
Let's do it, dude...;)

Kalau tidak salah, beberapa waktu yang lalu, mas Budi dan lae Irwan asyik
diskusi tentang "pemain dan penonton sepakbola", so, di posisi mana nich
mas Dody berada..;))

Well, akhir kata, sepotong komentar mas Dody, kalau dilihat dari sisi yang
lain, akan memberi makna yang dalam, yaitu akan di bawa kemana milis yang
menjadi kebanggaan PERMIAS selama 8 tahun terakhir ini? Jawabnya, hm, kita
semua yang berada di milis permias@ ikut bertanggung jawab terhadap sampah
atawa tidaknya milis ini.

Dan, saya berani katakan, milis permias@ bukanlah milis sampah ataupun ada
banyak sampah, karena 'sampah' biasanya tidak ada di dalam rumah.

Salam hangat,
Dharma Datubara

Kirim email ke