Kalau saya menuduh bahwa Singapura hendak mencoba-coba mempraktekkan aturan
baru dengan 'cost'-nya orang dari negara lain memang sangat beralasan. Coba
apa rasionya meng-hack suatu situs atau sistem yang sama sekali nggak
strategis kok tuduhannya sampai 16 buah, dan satu tuduhan punya hukuman
minimum 1 tahun plus $Sin5000? Perlu diingat bahwa yang ditahan ini dulu
masih berumur 16 tahun. Meng-hack jaringannya Pentagon saja nggak segitu
amat.

Sekarang begini saja deh, ABG kreatif mana sih yang kerjaannya nge-hack
situs orang? Di jaman saya yg komputer masih primitif saja temen-temen
paling hobi bikin virus. Kalau bisa bikin virus lalu malah masuk majalah
tuh. ABG Singapura pasti juga begitu. Tapi ya itulah, perlu dipilih dari
negara lain saja. Hubungan LN dengan Indonesia nggak perlu jadi masalah.
Indonesia kan dasarnya bangsa nerimo melulu. Dikemplangin pulang balik sama
Australia saja sekarang mau nyembah-nyembah dolan ke sana (Bener-bener Gus
Dur ini kelewatan).

Singapura ini benar-benar sumber dari segala sumber pelanggaran atas
Indonesia. Masih ingat bagaimana kapal MV Amsterdam yang disembunyikan di
Singapura? Itu lho, kapal yg jadi barang bukti penggalian pasir liar di
perairan Riau sampai pulau-pulaunya tenggelam. Singapura dengan entengnya
menyembunyikan kapal (yg tentunya gede banget) dengan alasan hukum mereka
begitu.

Contoh lain yg tak kalah gres adalah ulah Singapura yg mau jadi tempat
perlindungan untuk menghancurkan rupiah. Mau tahu siapa yg memain-mainkan
rupiah? Itu yg punya ulah adalah para konglomerat Indonesia yang sibuk jual
beli rupiah dengan account sebagai orang Singapura. Kesalahan Singapura di
mana? Kesalahannya adalah mereka membiarkan nasabah mempunyai dana di
bank-bank mereka lebih dari 1/3 aset bank-nya. Pertanyaannya kok bisa sih
untuk para konglomerat pengacau kok ada perlakuan khusus? Jawabannya jelas
sederhana. Mereka senang kalau rupiah naik turun, dan ekonomi Indonesia jadi
tidak stabil. Lagi-lagi kelakuan negara jiran. Kalau ingat dampaknya ke saya
(mesti juga ke anda-anda), jelas saya jengkel sekali.

Mau yang kasus rada lama? Ekspor sampah mereka ke perairan Indonesia! Mereka
mengupah orang Indonesia agar mau memakai kedok sebagai pengusaha, dan
melakukan impor sampah dari mereka. Siapa sih yg nggak mau diangkat jadi
pengusaha dadakan lalu terima duit? Kan nggak keluar keringat kan? Padahal
tahu sendiri sampah industri Singapura kayak gimana....:) Beracun,
berbahaya. Makanya mereka ingin membuangnya ke LN. Ke mana lagi kalau nggak
ke IND yg ongkos kirimnya sedikit. Mereka juga pinter karena tahu banyak
orang Indo yg pendek akal, dan mau terima duit gratisan.

Hal yg sama juga terjadi pada impor plastik yang pada dasarnya juga sampah.
Padahal plastiknya yg bisa didaur ulang sedikit sekali. Tapi mau gimana sih
kalau kita mau dibodohi sama negara seunyil gitu...? Demikian agar
menjadikan periksa...:)


Anjasmara

'-------------------------------------------------------
''Hacking'' di Singapura

Interpol Indonesia Akan Kirim Tim
Jakarta, 24 Juli

Interpol Indonesia akan meminta bantuan Polisi Singapura agar dapat
mengirimkan data kejahatan yang diperbuat oleh AW alias AC, seorang pelajar
Indonesia yang dituduh melakukan hacking atas 16 tindak kejahatan. Jika
dianggap perlu Interpol Indonesia akan mengirim sebuah tim ke Singapura agar
dapat bersama Polisi setempat mendapatkan data tentang kejahatan yang
diperbuat oleh tersangka. Tim tersebut diharapkan juga bisa mendapatkan data
apakah tersangka pernah berbuat kejahatan yang sama di Indonesia sebagaimana
sinyalemen sebelumnya.

Sekretaris National Central Bureau/Interpol Indonesia, Brigjen Pol Drs Made
Mangku Paskita SH dalam percakapan dengan Pembaruan Senin (24/7) pagi
mengatakan, pihaknya belum menerima data dari Interpol Singapura tentang
kejahatan yang diperbuat tersangka dimana ancaman hukuman setiap kejahatan
yang diperbuatnya minimal satu tahun penjara dan denda 5.000 dolar
Singapura. Pihaknya baru tahu ada orang Indonesia diadili di Pengadilan
Singapura, lewat media massa. '' Saya baru tahu setelah membaca Pembaruan
secara lengkap selama tiga hari berturut-turut,''ujarnya.

Dikatakan, walaupun pihaknya belum menerima laporan resmi dari Interpol
Singapura tentang kejahatan tersangka, tapi pihaknya sudah cukup data untuk
dapat memulai mengadakan penelusuran atas tindak kejahatan yang diduga
diperbuat di Indonesia. '' Pekan ini juga kami akan meminta data dari
Interpol Singapura,''tuturnya sambil menambahkan jika dianggap perlu ada
anggotanya dikirim ke Singapura.

Menyinggung aturan Interpol yang tidak membolehkan Polisi Indonesia
memeriksa tersangka di Singapura dikatakan, hal tersebut sangat mendasar.
Tim Interpol Indonesia tidak bisa memeriksa tersangka di Singapura. Tapi
walaupun demikian, Interpol Indonesia bisa bekerjasama dengan pihak
Kepolisian setempat untuk mendapatkan data tentang kejahatan yang pernah
diperbuatnya. '' Pokoknya kami sedang berupaya untuk mendapatkan data yang
diperbuat oleh tersangka,''tambahnya.


Dengan Australia

Menyinggung hasil lawatannya ke Australia selama beberapa hari diawal Juli
lalu dikatakan, cukup banyak bahan masukan yang diperolehnya. Di antaranya,
Polisi Australia menawarkan bantuan pelatihan kepada Polri dengan biaya
miliaran rupiah. Pelatihan itu berupa pelatihan untuk pelatih (training for
trainer) masalah kurikulum pendidikan Polisi yang baik, operasional Polisi
menangani masalah Narkotika dan masalah Forensik.

Selain itu juga dibicarakan masalah Hendra Rahardja, mantan Dirut Bank
Harapan Sentosa yang saat ini dalam proses pengadilan di Australia untuk
diekstradisi ke Indonesia.

Disebutkan, Polisi Australia menawarkan bantuan yang cukup besar karena
mereka mengetahui Polri sekarang ini benar-benar sudah mandiri, tidak lagi
berada di bawah naungan militer. Untuk itu mereka mengharapagar Polri
benar-benar dalam bertindak sebagai Polisi bukan sebagai militer.
''Perjanjian bantuan ini sebenarnya sudah dilaksanakan sejak Kapolri
Jenderal Dibyo Widodo (1995). Tapi baru sekarang terrealisir dan sudah ada
beberapa orang perwira Polri mengikuti pendidikan di Australia. " katanya.
(U-2)


________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke