On Tue, 25 Jul 2000, Irwan Ariston Napitupulu wrote:

|o|> Adalah suatu 'myth' kalau ada yg mengira memakai kartu kredit di "offline"
|o|>  lebih aman daripada "online"
|o|
|o|Apakah maksud kalimat di atas ingin mengatakan bahwa
|o|sebenarnya resiko melakukan transaksi kartu kredit baik
|o|"offline" atau pun "online" sebenarnya sama saja?

Malahan cenderung lebih aman utk memakai online. ;)
Pernahkan anda melihat orang2 kasir yg offline? Segampang apa saya daftar
jadi kasir di toko groseri dan nyatetin daftar no. credit yg ada?
(plase don't do this)


|o|Kalau temen saya sih saranin, bahwa lain kali saya hanya
|o|pake satu kartu saja bila bertransaksi via internet. Jadi, kalau
|o|ada apa2 bisa langsung cepat nge protect nya.

Betul dan kalau bisa jangan pake debit card. AMEX blue mantep tuh kayanya.
;)

|o|Tampaknya memang saya mulai harus lebih hati2 melakukan
|o|transaksi via internet. Paling tidak saya perlu ngecek tingkat
|o|securitynya.

Sebetulnya asal transaksinya memakai encryption (ada gambar gembok)
sebetulnya aman2 saja. Yg jadi masalah gimana security server mereka
disana? (yg kita jarang tahu)

Belanja online sebetulnya butuh 'faith' lho. Kalau anda percaya, yah
beli...kalau tidak yah jangan.

Bagaimana kalau kita ngebicaraiin 'e-commerce' (e-retail) secara
businessnya. Apakah sebetulnya e-retail itu sudah siap di tingkat
implementasi atau sebaiknya masih di tingkat 'strategic plan' saja dulu?
Mungkin 5-10 tahun lagi baru di implementasi. Saya pribadi lebih percaya
bahwa e-retail itu masih di tingkat 'stragic plan'.

Terima kasih.

salam,
Alex

Kirim email ke