Saya dulu punya temen (suami istri) yang jadi anggota DPR jaman presiden
Soeharto. Dia bilang, asal selalu nongol dalam sidang (nggak ikutan
ngomongpun malah lebih baik), maka minimal gaji Rp.4 juta ada ditangan
setiap bulannya. Di jaman sekarang beda lagi, dalam sidang, kita harus
ngomong walaupun isinya nggak karuan agar tetap eksis dan nyaman dalam
menerima gaji bulanannya (nggak ada sindiran dari kanan-kiri).
Dari fenomena tsb kelihatan kalau jadi anggota DPR itu tujuan utamanya
adalah 'nyari duit', dan menempatkan pembelaan terhadap rakyat pada
urutan, nggak tahu, yang keberapa....
Nah, mungkin nggak sih kalau anggota DPR itu nggak usah digaji saja
termasuk tidak adanya peluang untuk mencari penghasilan tambahan yang
memanfaatkan kedudukannya? Sehingga, mereka-mereka yang berkeinginan
menjadi anggota DPR betul-betul mereka yang ingin memperjuangkan dan
membela rakyat.
Untuk gajinya, dibuat suatu sistem rewards saja, misalnya, begitu bisa
mengegolkan suatu undang-undang atau berhasil mengawasi dan meluruskan
arah pembangunan pemerintah yang mengedepankan kepentingan masyarakat
banyak, maka diberi honor dengan jumlah tertentu disesuaikan dengan
beban kerjanya. Artinya, setelah menunjukkan kualitas kerjanya baru
dibayar. Hal ini agar DPR bisa ditempati oleh orang-orang yang tidak
oportunitis dan para profesional di bidangnya.
Bisa 'kali ya...??!
Salam,
Budi
Arya Indrathama wrote:
>
> Mas Bud,
>
> Kan saya dulu juga pernah membicarakan hal ini juga di milis. Mungkin partai
> politik bisa jadi jalan untuk membenahi pemerintahan. Asal ya itu, kitanya
> juga kudu makmur terlebih dahulu. Kalau mau cari makan dari organisasi
> politik saya pikir sih baik baik saja (lumayanlah untuk hidup standart),
> asalkan profesional dan masih mempunyai hati nurani untuk menentukan mana
> yang halal dan mana yang haram.
> Ngga tau kalau jebolan Amrik generasi ini ada yang masuk partai politik suatu
> saat nanti? Sebetulnya banyak juga lulusan sini yang aktif seperti Amien Rais
> (bekas ohio atau michigan?, chicago? lupa deh) dan yang lain lain. Mungkin
> nanti kalau Mas Budi terlibat dipartai politik kan saya bisa ikutan minta
> proyek...kayak nyablonin kaos atau bikin tas buat seminar (termasuk nyariin
> preman buat jagain kongres =P )...hue he he he.....ujung ujungnya bisnis
> lagi...susye dah..
>
> Arya