Eh...... mas Dharma...., anda sempat lihat nggak tuh kaki cewek....
Nyentuh tanah nggak....??
Biasanya sih......, kalau pagi-pagi gitu ada harum-harum deket-deket
bujangan...... hiiiiiiiiiii....... lelembut 'kali....
Salam,
Budi
Marianus DATUBARA wrote:
>
> Salam PERMIAS,
>
> Akhirnya, dengan berat hati..hehehe..saya meninggalkan kedua anak manusia
> itu untuk meneruskan 'pekerjaan' mereka yang terpotong (Tino: wah, nggak
> seru lagi ah...) -gile, cing, matahari udah mau nongol tuch- dan kembali
> saya menyusuri pesisir pantai fort lauderdale, florida.
>
> Tak lama kemudian, saya menemukan jejak sang ibu penyu laut yang sebagian
> sudah terhapus oleh ombak, tapi masih cukup jelas untuk meyakinkan saya,
> bahwa itu sarang telur penyu laut, dan segera saya mengumpulkan data dari
> jejak tsb. Oya, sebagai informasi, lewat jejak penyu laut itu, kita dapat
> mengetahui jenis penyu laut tsb.
>
> Baru saja saya ingin membuat lubang pertama di sarang tsb. tiba2 dari arah
> belakang suara halus menyapa saya, "sedang ngapain" -sorry, gue translate
> langsung aja dech-, dan segera saya palingkan wajah saya melihat ke arah
> suara itu datang. Seorang wanita muda...(Tino: Eng ing eng...terus terus,
> Bang Dhar...awas lho kalau di setop) dengan pakaian pitnes nya (itu tuch,
> celana pendek dan yang puser nya keliatan..apa sich namanya?) dan butir2
> halus keringat mengucur dari wajahnya yang cantik menunggu dengan sabar
> jawaban saya.
>
> Dengan belagak cuek tapi napsu ala anak mr64-68 (Nasrul: wah, ini pasti
> ada hubungannya dengan 111 110 101 010 011 000...) segera saya jelaskan,
> kalau saya sedang mencari telur penyu laut. Dan, mungkin karena ingin
> menunjukkan keahlian saya di depan cewek itu..hehehe..maka saya benar2
> mengkonsentrasikan diri menatap sarang telur tsb. dan berpikir, dimana
> letak lubangnya. Dan dengan sekali gali, saya menemukan telur2 penyu tsb.
> (Thanks, God!), segera pula cewek itu menundukkan badan dan kepalanya agar
> dapat melihat dengan jelas ke arah lubang tsb. -harum terasa di hidung
> saya-, dan diapun berteriak, "Oh My God!", dan saat yang bersamaan, dalam
> hati, saya pun berteriak, "Oh My God!" (Tino: hahahaha..gue tau nich
> kenapa..bisa aja lho, bang Dhar).
>
> Dan mulailah saya menghitung jumlah telur tsb. Data ini diperlukan untuk
> mengetahui tingkat keberhasilan penetasan telur2 tsb. nantinya, dan saya
> terpaksa memindahkan, karena di pantai yang sudah 'develop' begini, ada
> kecenderungan penyu maupun anak2 penyu menuju arah yang terang. Arah yang
> terang itu, untuk pantai selatan florida, adalah cahaya2 lampu hotel dan
> kondominium yang bertaburan sepanjang pantai tsb. Lain halnya untuk pantai
> yang masih 'undevelop', dimana arah yang terang itu adalah cahaya horizon
> di tengah laut.
>
> 21, 22, 23, dengan asyik saya menghitung sambil tak lupa menjawab setiap
> pertanyaan si cewek itu (Irwan: lho, masih disitu toch, kirain udah lari
> pagi lagi dia), yang berkisar mulai dari pertanyaan mengenai berapa rata2
> jumlah telur dalam satu sarang, dan berapa lama menetas, hingga akhirnya,
> pertanyaan, boleh saya ikut atv kamu sambil menebarkan senyumnya yang
> manis..;)
>
> Terpaksa, nantinya -pada saat saya mengubur kembali telur2 tsb. di tempat
> penetasan- saya harus menghitung kembali jumlah telur2 tsb. karena tiba2
> saja semuanya bubar dan saya lupa sama sekali berapa angka terakhir yang
> saya catat di kepala saya, saat pertanyaan itu datang...;)
>
> bersambung...;))
>
> Salam hangat dari Pantai Selatan Florida,
> Dharma Datubara