Brawi-brawi, masih keki sama Aussie, kok malah menuduh-nuduh sesama bangsa sih......kalau keki sama mereka, tulislah sesuatu di milis Australia, terorize Australian web site, bukannya BERANI di dalam negeri, payah kamu....BRAWIJAYA HANYA JAGOAN KANDANG...persis PSSI, didalam SOK JAGO, di Luar negeri Melempem ditendang Korea. Mardhika Wisesa Ngga usah pake nama-nama palsu lah....sekalian terbuka dan telanjang FNU BRAWIJAYA<[EMAIL PROTECTED]> wrote: Aha, persis sepak terjang Aussie waktu mau ada referendum. Semuanya diaku sebagai pekerja sosial. Giliran perhitungan suara bisa dapat lebih dari 90 persen. Tapi nyatanya sampai sekarang yang di kamp pengungsian berjumlah 140 ribu, dari total penduduk 400 ribu. Di mana logikanya? Tukang-tukang ngibul dari luar negeri begini mau dimasukkan lagi ke Indonesia? Memang terlalu banyak yang demen sekali menjual bangsa sendiri. Alasannya dari dulu masalah kemanusiaan. Bosen ah, sudah ketahuan belangnya, jadi enggak laku lagi alasan-alasan beginian. Apakah ini hasil jualannya Pak Tamrin? Anjasmara ____________________________________________________________________ Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
