Kalau kita mau pake nama artis, masa nggak boleh? Mana dong hak azasi saya?
Apa ente mau niru-niru Marianus yang selalu nulis alias ini alias itu?
Emangnya saya penjahat? Saya juga bisa kalau cuman mau membuka identitas
anda. Mau? Masak cuman saya yang nggak boleh? Kalau saya jago kandang lalu
anda jago apaan? Jago betina? Itu mah namanya ayam babon. Bukan jago,
hehehe....:) Masak ngomongin orang supaya telanjang-telanjangan segala, tapi
diri sendiri pakai nama palsu. Weleh...weleh.....:) Tapi ya nggak apa-apa,
lagi kesambet kali.
Saya baru baca journal Peace Watch di library tuh. Isinya sih biasa lah
pesan sponsornya, yaitu AS. Dari konflik-konflik yang selama ini ditangani,
belum ada satupun yang sudah beres. Journal ini mulai terbit sejak 1994.
Bayangin aja gimana LSM-LSM ini menjadikan konflik ini sebagai sarana untuk
mencari uang dari para donatur. Belum yang memang disusupkan untuk
kepentingan politik negerinya.
Dari yang saya baca, mereka-mereka ini selalu mencari-cari solusi yang
tepat. Masalahnya kalau cuman mencari solusi yang tepat sih orang Indonesia
masih banyak yang bisa. Apa yang mereka lakukan selalu saja bersifat trial
and error. Ada kegiatan lain yaitu berusaha menjaring opini lewat lomba
tingkat highschool. Lalu apa untungnya memasukkan orang-orang yang nggak
tahu juntrungannya untuk mencari penyelesaian Maluku? Bisa-bisa konsep anak
highschool yang tahu Maluku aja dari peta yg kemudian dipakai untuk
menyelesaikan konflik Maluku.
Daripada anda ribut nggak pakai referensi, mending anda baca-baca dulu gitu.
Kalau soal nulis, ya pernah sih ke surat kabar AS tepatnya NY Times. Kalau
anda mau nulis ke Aussie, wah, bisa saja lho. Emang kenapa? Masalahnya lalu
apa motivasinya sih? Emang orang-orang Aussie tahu dunia luar? Orang yang
diketahui cuman negerinya sendiri sama AS doang.
Soal kekesalan anda tentang pertanyaan-pertanyaan yang timbul atas diri
Tamrin, kenapa nggak anda jawab dulu? Kita kan perlu tahu orang macam apa
sih Tamrin itu? Kalau yang main mewakili masyarakat ini itu sih sudah
berjibun. Keterangan Tamrin itu nggak konsisten, banyak mengaduk-aduk
beberapa fakta yang tidak berhubungan, yang kemudian dijalin menjadi cerita
yang menarik. Tamrin gagal menerangkan kapan konflik ini dimulai. Tahu-tahu
sudah lompat ke masa Gus Dur. Kayak dalang aja bisa mainin skenario cerita
wayang.
Coba deh, kalau emang Tamrin ini ngomong bener, diminta aja ikut milis ini
lalu menerangkan lebih lengkap gitu lho. Kalau gayanya kemarin sih jelas
gaya ala Munir. Pokoknya terkenal.
Anjasmara
----------------------------------------------
From: Mardhika Wisesa <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thu Aug 3, 2000 11:34pm
Subject: BRAWI JAGOAN KANDANG Re: [AS Minta Sukarelawan Asing
Boleh Masuk Maluku]
Brawi-brawi, masih keki sama Aussie, kok malah menuduh-nuduh
sesama bangsa
sih......kalau keki sama mereka, tulislah sesuatu di milis
Australia, terorize
Australian web site, bukannya BERANI di dalam negeri, payah
kamu....BRAWIJAYA
HANYA JAGOAN KANDANG...persis PSSI, didalam SOK JAGO, di Luar
negeri Melempem
ditendang Korea.
Mardhika Wisesa
Ngga usah pake nama-nama palsu lah....sekalian terbuka dan
telanjang
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com