Hmmm....,

Kita ini memang susah. Di satu pihak kita memerlukan lebih banyak polisi dan
tentara, tetapi di sisi yang lain masih ada kelakuan-kelakuan polisi
bermental ORBA seperti ini.

Harusnya Gus Dur didemo lagi. Kan penculikan 4 orang ini sebetulnya sama
saja dengan penculikan aktivis oleh Koppasus Tim Mawar jaman ORBA itu. Jadi
apa bedanya Gus DUr dengan Suharto?

Memang susah kalau kursi Ligna sudah diduduki....:) Jadi lupa berdiri.


Anjasmara

----------------------------
Setelah Dievakuasi Aparat, 4 Aktivis Agraria Hilang
Reporter: Hestiana Dharmastuti

detikcom - Jakarta, Empat aktivis agraria yang dievakuasi aparat saat
melakukan aksi mogok makan di Gedung DPR/MPR, hingga Selasa (15/8/2000) hari
ini tak diketahui keberadaanya. Aparat Polda Metro Jaya mengaku tidak
menangkapnya, sedang koordinator aksi mereka yang terus mencari tak juga
bisa menemukan.

Koordinator Konsultan Konsorsium Pembaharuan Agraria, D.d. Shineba, Selasa
(15/8/2000) mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Jl. Diponegoro, Jakarta
untuk melaporkan anak buahnya yang hilang tersebut.

Menurut Shineba, keempat aktivis tersebut adalah Anton Sulton, mahasiswa
Sekolah Tinggi Hukum Bandung, Ashdam, Mahasiswa Pertanian Universitas
Padjajaran (Unpad), Idham Kurniawan, mahasiswa Antropolgi Unpad dan seorang
juru bicara, Useb Setiawan, Ketua Yayasan Pengembangan dan Pengkajian
Analisis Sosial, Bandung.

Dituturkan Shineba, keempat orang tersebut ikut aksi yang digelar di Gedung
DPR/MPR, Senin (14/8/2000), untuk menuntut pembaharuan agraria dijadikan
agenda Sidang Tahunan (ST) MPR. Keempat orang itu melakukan aksi mogok makan
sejak pukul 11.00 WIB. Namun pukul 19.30 WIB, 50 anggota Brimob menangkap
keempatnya dan dimasukkan ke mobil ambulans untuk dievakuasi.

"Tiga dibopong aparat, 1 diangkat ramai-ramai. Setelah itu dimasukkan ke
mobil ambulans B 1187 SU berlambang RS Kramatjati dan ke mobil berplat
Polisi 1 740 VII yang telah diparkir di Gedung Nusantara," kata Shineba.

Setelah evakuasi itu, Shineba mengatakan pihaknya telah mengecek ke RS
Kramatjati ternyata anak buahnya itu tak berada di sana. Informasi yang
diperoleh Shineba, Senior Superintendent Joni dan Superintendent Aqil yang
anak buahnya melakukan evakuasi tersebut menyatakan 4 aktivis tersebut
diturunkan di Jl. Teuku Umar.

Selasa, saat Shineba melakukan konfirmasi ke Kadit Intelpam dan Kaditserse
Polda Metro Jaya, hasilnya juga nihil. "Mereka mengaku tak menangkap dan tak
menahan 4 orang itu," kata Shineba.

Sementara itu, Munarman, koordinator Kontras, menilai ambulans yang dipakai
untuk membawa aktivis tersebut hanya merupakan bagian kamuflase untuk
memberi kesan aparat ingin menolong padahal sebenarnya diculik. Pasalnya 4
aktivis tersebut, kata Munarman, masih segar bugar karena baru mogok makan
selama 6 jam. "Mereka masih segar bugar dan bisa jalan. Sebenarnya tak perlu
memakai ambulans kalau mau nolong," tegas Munarman.(iy)

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke