Wah, enggak sempat baca Kompas edisi 15 Agustus itu. Kalau ada yang punya tolong dikirimin dong. Emang banyak sekali pembohong-pembohong besar. Yah, walaupun juga tukang bohong, AS itu masih tergolong bagus. Emang berapa duit yang mesti dikirim Indonesia untuk membangun Belanda setelah hancur pada waktu PD-2 sih? Masa-masa itu kan rakyat Indonesia bajunya masih pakai karung goni. Sementara itu mereka antri keju dan kita yang menyumbang harus antri singkon. Benar-benar kelewatan. Setelah ratusan tahun menindas, merampok, memperkosa, dan membuat bodoh bangsa kita, mereka sempat menekan Indonesia dengan berbagai term-term-nya waktu mereka memberi bantuan luar negeri. Sekarang lagunya kayak pahlawan kesiangan. Habis itu melibatkan diri dengan bantuan senjata untuk RMS-nya di Maluku. Benar-benar kelewatan. Anjasmara ------------------------------------------ From: Dion H. Kami membaca tulisan Sdr. Denny Sutoyo Gerberding dalam Kompas Edisi Selasa 15 Agustus 2000, dengan judul "Ganti Rugi Indonesia untuk Belanda. Saya beserta Istri terkejut karena baru mengetahui selama ini, betapa besarnya peran Indonesia terhadap Belanda, saat Belanda memerlukan bantuan untuk membangun negaranya yang hancur setelah PD-II. Selama lebih dari 20 tahun saya tinggal di Negeri Belanda, belum pernah mendengar sejarah/masa lalu Belanda di Indonesia, solah-olah sejarah tersebut hilang lenyap tenggelam di Laut Utara (Noordzee). Anak-anak saya yang mengecap pendidikan Dasar Belanda, termasuk generasi muda Belanda lainnya, tidak pernah diberi pelajaran sejarah tentang masa lalu Belanda di Indonesia (Nederlands-Indie). Anak bungsu kami dapat dengan mudahnya, menceritakan perang Belanda melawan penjajahan Spanyol tahun 1568 (dalam perang 80 tahun), sedang kakaknya tampak kurang senang dengan bangsa Jerman setelah mengetahui kekejaman Nazi, maupun sejarah pendudukan Jerman atas Belanda yang terjadi di tahun 1942-1945. Yang jelas kedua putra-putri kami tidak mengetahui apa-apa tentang pendudukan Belanda di Indonesia. Ingin rasanya berteriak sekuat tenaga agar saudara-saudara Belanda juga mengetahui tentang perlakuan Belanda terhadap Bangsa Indonesia dimasa penjajahan. Ingin rasanya kami berbuat sesuatu agar nama baik kami sebagai anggota Masyarakat Indonesia di Luar Negeri dapat kembali pulih. Saya mohon dengan hormat seandainya mungkin tulisan tersebut dapat disebarluaskan melalui media ini, agar para pembaca lainnya juga dapat mengetahui sejarah yang sebenarnya. Yang benar harus dikatakan benar dan yang salah harus di akui, agar manusia dapat hidup tenteram dan damai. Atas nama Anak-anak kami dan generasi muda seumurnya kami mengucapkan banyak terima kasih kami ucapkan kepada Kompas dan Admin IndoNews. Adipati, Anggota Masyarakat Indonesia di Belanda. ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
