Agak basi, tetapi lumayan lah. Mungkin juga ada kelompok gereja di Maluku sana yang dengan sadar atau tidak sadar memang ingin intervensi asing. Emang dasar RMS, jadi mending dibasmi saja lah. Gitu aja kok pusing....:) Dulu gereja yaitu Vatikan juga ikut bertanggung jawab atas Timtim. Lalu timbul masalah Ambon, lalu Poso. Suatu hal yang aneh kalau telunjuk kita tidak mengarah ke konspirasi internasional di mana dewan gereja ikut terlibat. Apalagi yang di Poso sudah ketahuan kalau gereja dijadikan pusat pengaturan strategi dan penimbunan senjata. Mungkin sudah saatnya gereja, baik yang ada di Maluku dan wilayah Poso, serta yang berada di wilayah lain menjelaskan posisinya dengan jelas. Kalau memang suara-suara pengundangan intervensi terus dikumandangkan, rasanya masuk akal kalau kita melongok ada apa di balik jubahnya. Apakah benar-benar berisi penginjil ataukah berisi imperialis jahat bersemboyan "gold, glory, and gospel" seperti jaman kolonialisasi dunia dulu. Kalau perlu dilakukan pengkategorian, yang mana gereja yang benar-benar gereja dan yang mana yang cuma kamuflase. Masak waktu yg Islam dibasmi pada diam saja, sekarang tiap hari ribut mengundang pihak asing. Kalau nggak ada apa-apanya kan aneh. Selain tingkat clerk, para intelektualnya juga perlu ditelusuri. Dengan melihat kasus Mataram, jelas Theo Syafei perlu mendapat prioritas pertama untuk ditelusuri. Anjasmara -------------------------------------------- Darurat Sipil Berantakan, Ambon Membara Lagi Sabtu, 12 Agustus 2000 09:30:05 Oleh: Bilal eramoslem, Ambon � Darurat sipil yang sejak beberapa bulan lalu diterapkan di Ambon tampaknya tidak banyak membawa perubahan. Terbukti penjagaan aparat ternyata tidak mampu meredam api pertikaian antara pihak Muslim dan Kristen. Hingga pagi ini, suasana kota Ambon masih mencekam. Sejak kemarin (11/8) suasana Ambon memang sudah panas. Menurut narasumber eramoslem di Ambon, ketegangan itu berawal ketika seorang muslimah bernama Kalsum (25) melintas di dekat perbatasan Batu Merah � Mardika sekitar pk 16.00 WIT. Sekonyong-konyong, Kalsum dihadang oleh 6 orang pemuda Kristen. Kalsum seketika lari meninggalkan motornya. Warga muslim yang mendengar peristiwa itu berang. Dalam waktu singkat terjadilah konsentrasi massa muslim di perbatasan Batu Merah- Mardika. Mereka meminta agar motor Kalsum dikembalikan, tapi sayangnya warga Kristen menolak. Seorang pendeta yang ada di kerumunan warga Kristen mencoba mengganti motor Kalsum dengan motor yang lain, namun warga muslim menolak. Di tengah suasana panas seperti itu, tiba-tiba saja, aparat keamanan atas perintah Dansektor menembaki massa Islam. Lima orang langsung gugur di tempat. Sementara 13 lainnya luka berat. Lima orang itu kini sudah diambil keluarganya, sementara 13 lainnya dirawat di RS bersalin Al-Fatah dan RS Tentara. Minggu lalu, dua orang muslim juga gugur di Talake oleh tembakan misterius. Suasana sempat tegang, tapi dapat diatasi. Melihat fenomena pihak merah yang kerap memancing keributan, sumber kuat eramoslem yang tak mau disebut namanya menyatakan, �Pihak Kristen tampaknya menginginkan intervensi asing.� (lina) ________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
