Taroklah ada seorang mahasiswa bidang IPTEK  yang dalam pengkajian,
penelitian, serta percobaannya di laboratorium berhasil menemukan solusi
tentang sesuatu yang menyangkut salah satu kebutuhan pokok hidup orang
banyak. Ini langsung dipraktekkan oleh dirinya sendiri dalam kehidupan
sehari-hari, yang ternyata memang bisa menghemat anggaran belanja sampai 60
persen. Ia pun yakin, masyarakat yang mempraktekkannya pun akan mengalami
nasib yang sama.
     Karena terdorong untuk berbakti kepada rakyat banyak, ia ingin
mempublikasikannya melalui jurnal, media massa, atau jurnal, di samping
nanti sebagai bahan sikripsi.
     Hanya sayang, keinginannya itu terhadang ketidakmampuannya dalam
"membuat artikel". Sudah beberapa kali ia membuat artikel, namun tidak
diterima karena bahasanya sangat balepotan.
     Waktu sidang sarjana pun terhambat sampai satu tahun hanya ia mengalami
kesulitan menyusun kalimat sampai mengatur isi, sesuai ketentuan yang
ditetapkan pihak kampusnya.  Waktu satu tahun yang sebenarnya bisa ia
manfaatkan untuk hal-hal yang berkaitan dengan bidang studinya di
laboraorium,  malah tersita untuk masalah editorial, publisher, dan grammer.
     Melihat fenomena itu apakah perlu dibentuk lembaga editorial, publiser,
dan grammer? Khususnya di kampus?. Maklum, tidak semua mahasiswa itu ahli
dalam "ILMU PEMBUATAN SIKRIPSI".

Salam,

Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu

Kirim email ke