Salam!!!
Semula saya pikir, setelah pengumuman kabinet reshuffle situasi Indonesia
bakal lebih baik. Nyatanya, harapan memang tidak harus selalu bersanding
dengan kenyataan. Yang korban, lagi-lagi kepentingan nasional. Maka kita pun
masih akan disibukkan lagi dengan soal-soal mentera-menteri ini-itu yang
tidak becus, track record nya yang tak mendukung, dsb. Pergesekan, benturan
dan politik-kekuatan. Itu yang bakal mewarnai hari-hari Indonesia ke depan.

Ketika proses penyusunan kabinet baru berlangsung, saya sempat optimistis.
Agak alot, serius dan ada dinamika-- terutama atas kartu politik yang
dipegang Megawati. Tetapi hasilnya kok malah aneh dan lucu. Dengan situasi
begini, sulit kita membangun ekonomi dan memantapkan pelembagaan demokrasi
kita. Saya berharap pesimisme saya berlebihan dan keliru. Semoga.

Coba tengok petilan berita yang saya kutip di bawah:

salam,
penyimak pinggiran
###
***Amien mengatakan bahwa masih banyak kroni Presiden Wahid yang duduk di
kabinet baru tersebut.** ''Saya hanya bisa berdoa semoga ada mukjizat dari
langit. Dengan keadaan seperti ini, saya tidak bisa berharap banyak."

Dia menilai, pengumuman nama menteri yang tidak dihadiri Wapres Megawati
Soekarnoputri tersebut merupakan bentuk protes keras putri sulung Bung
Karno. Sebab, orang PDIP tidak dimasukkan ke dalam kabinet.
"Mega tidak nongol itu karena protes keras. Golkar, PDIP, dan partai lain
tidak ditampung. PAN hanya disisakan satu, Al Hilal Hamdi (menteri tenaga
kerja dan transmigrasi). Kalau Yahya Muhaimin (Mendiknas), itu orang
Muhammadiyah.

Amien lantas mengatakan bahwa Presiden Wahid tidak mau belajar dari masa
lalu. ''Ada kesempatan terakhir tidak digunakan,'' sesal Amien.
Diakui Amien, saat ini yang paling mengganggu pikirannya adalah penanganan
masalah Papua dan Aceh. ''Papua dan Aceh semakin jauh dari republik, itu
yang sangat mengganggu pikiran saya saat ini."

"Saya pernah mengatakan usia politik Gus Dur tidak lama, namun saya berharap
itu salah. Yang pasti, saat penyusunan kabinet baru itu saya tidak diajak
rembukan. Begitu pula halnya dengan Mbak Mega, juga tidak diajak,'' tutur
Amien.
Tim Ekuin

Di bawah Presiden Abdurrahman Wahid, jabatan Menko Ekuin jatuh pada pengamat
kritis yang satu ke pengamat kritis yang lain. Dr Rizal Ramli -yang dalam
susunan kabinet baru yang diumumkan kemarin menggantikan Kwik Kian Gie- juga
berlatar belakang aktivis dan pengamat kritis. Bedanya, Rizal sempat
''magang" beberapa bulan di ke-Menko-an itu. Yakni, ketika ia bersama mantan
aktivis mahasiswa Dipo Alam ditugasi Presiden Wahid untuk ''memantau" kerja
Kwik saat itu. Bahkan, tugas tersebut tidak terdengar dicabut ketika
belakangan Rizal dipercaya Presiden Wahid menjadi kepala Bulog.
Yang juga beda dengan Kwik adalah sikapnya terhadap konglomerat. Rizal
dikenal dekat dengan Dr Mochtar Riady dari Lippo Group. Rizal-lah yang
membawakan pidato utama saat Mochtar merayakan ulang tahunnya ke-70. Di
samping itu, Rizal dikenal sebagai pengamat yang membela Texmaco ketika
menteri BUMN saat itu -Laksamana Sukardi- ingin menyeret pemilik Texmaco ke
pengadilan. Setelah kasus ini jadi kontroversi, Laksamana diganti. Sedangkan
Rizal dipercaya Presiden Wahid untuk -menurut sebagian pengamat-
''memata-matai" kerja Kwik.

Karena itu, kalau ada orang yang bernasib luar biasa dalam waktu singkat,
Rizal-lah orangnya. Dari seorang pengamat menjadi orang dekat presiden, lalu
menjabat Kabulog, dan kemudian menjadi Menko Ekuin. Semua itu terjadi hanya
dalam setahun

http://www.jawapos.com/dailynews/200008/24/Berita_Utama/8-RIN.htm
##
Respons Negatif

Pasar ternyata merespons negatif kabinet baru pasca-ST MPR ini. Beberapa
menit setelah susunan kabinet diumumkan, nilai kurs rupiah terhadap dolar
perlahan-lahan merangkak naik dari yang semula sempat menyentuh titik
terendah selama sepekan -Rp 8.025 per satu dolar- sampai akhirnya bertengger
pada titik Rp 8.425.
Ini terlihat pada fluktuasi rupiah di channel TV asing CNBC. Pada sesi
siang, perdagangan rupiah di pasar internasional cenderung menurun dibanding
nilai rupiah terhadap dolar dua hari lalu, yang nilai kursnya Rp 8.065 per
satu dolar. Namun, penurunan itu hanya terhenti pada titik Rp 8.025. Namun,
setelah kabinet diumumkan, rupiah terus melemah.
http://www.jawapos.com/dailynews/200008/24/Berita_Utama/1-PASAR.htm
________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com

Kirim email ke