Hi buddies!
Mengapa kita semua sibuk menghitung hitung biaya kuliah, biaya hidup, biaya
perjalanan, etc. Sebagai orang yang bodoh kami cuma berpedoman apa yang kita
keluarkan baik uang, capital or stock merupakan jalan ibadah menuju ridho and
kasih sayang Allah. Insya Allah, kalau kita tulus ikhlas tidak ada perasaan
menyesal atau rugi dengan apa yang kita keluarkan maka Allah akan mengganti
and memberikan rezeki yang berlipat lipat tidak kita sangka and perkirakan.
Dengan kebesaran and kasih sayangNya, Insya Allah kita MAMPU ibadah menuntut
ilmu di university and tempat tinggal termahal di USA and dunia or biaya
perjalanan bisnis dengan pesawat private ke beberapa negara.
Once again sebagai orang bodoh kami berprinsip lebih baik menggunakan waktu
untuk ibadah menuntut ilmu, bisnis or mengingat Allah/berdzikir daripada
menghabiskan waktu untuk menghitung tiap cent, dollar or rupiah yang kita
keluarkan.
Maaf ini bukanya gue sok tahu or sok beragama karena gue bodoh and banyak
dosa sebagai sesama manusia but gue cuma Amar Makruf Nahi Mungkar saling
mengingatkan untuk kebaikan kita semua but itupun kalau diterima :-)
Btw, Mbak Mondrica gue tidak punya apa apa sama sekali walaupun gue kuliah
and
tinggal di SIlicon Valley. Semua yang sama punya adalah milik Allah and
Alhamdulilah Allah yang Maha Besar and dengan kasih sayangnya memberikan
kesempatan gue beribadah kuliah, tinngal dan menikmati segala fasilitas di
Silicon Valley.
Hamba Allah_Nanang
Mobile/Cell: 650-996-6401
Asyik Nanang...=)
Gue setelah kurang lebih hampir beberapa minggu ngga baca Permias, pas
ngebuka ternyata mulai ramai dengan x&$#!! lagi, he he he. Kenapa Nanang ngga
mencoba masuk milis milis Islam, seperti apa yah....., kok gue lupa. Temen
temen yang lain bisa ngasih tau kok anyway. Soalnya pembacanya di milis milis
Agama Islam mungkin bisa menangkap maksud Nanang lebih baik lagi daripada
pembaca di Permias yang beragam latar belakangnya. Dan kalau dari pembacanya
sudah terjalin komunikasi yang baik, lantas berkembanglah yang namanya
bertukar pikiran.
Di Permias milis ini, yang bisa mempersamakan subscribernya hanya status
mahasiswa dan lokasinya di Amerika. Padahal ini sangat lemah sekali berhubung
pola pikir S1, S2 dan S3 bisa berbeda. Belum lagi dengan bidang yang
dipelajari.
Jadi lihat saja, selama ini diskusi di Permias sangat sedikit hasilnya.
Karena diskusi yang ada jarang dapat disetujui untuk menjadi sebuah hasil
pemikiran.
Ya gue pribadi sih setuju setuju saja dengan Nanang. Tapi kalau boleh memberi
saran, mungkin tulisan Nanang lebih baik dikonsentrasikan kepada subscriber
di milis milis berlatarkan Islam. Insya Allah mereka bisa menanggapi tulisan
Nanang lebih baik lagi.
Arya