kalo menurut gue sih sudut pandangnya udah pada beda nih.
jadi nggak bakal nyambung. satu pake pendekatan religius.
satu pendekatan politik praktis.
itu menurut gue sih.
faran
>Date: Thu, 28 Sep 2000 01:54:45 EDT
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Arya Indrathama <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: Renungan
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Hi buddies!
>
> Mengapa kita semua sibuk menghitung hitung biaya kuliah, biaya hidup, biaya
> perjalanan, etc. Sebagai orang yang bodoh kami cuma berpedoman apa yang kita
> keluarkan baik uang, capital or stock merupakan jalan ibadah menuju ridho and
> kasih sayang Allah. Insya Allah, kalau kita tulus ikhlas tidak ada perasaan
> menyesal atau rugi dengan apa yang kita keluarkan maka Allah akan mengganti
> and memberikan rezeki yang berlipat lipat tidak kita sangka and perkirakan.
> Dengan kebesaran and kasih sayangNya, Insya Allah kita MAMPU ibadah menuntut
> ilmu di university and tempat tinggal termahal di USA and dunia or biaya
> perjalanan bisnis dengan pesawat private ke beberapa negara.
>
> Once again sebagai orang bodoh kami berprinsip lebih baik menggunakan waktu
> untuk ibadah menuntut ilmu, bisnis or mengingat Allah/berdzikir daripada
> menghabiskan waktu untuk menghitung tiap cent, dollar or rupiah yang kita
> keluarkan.
>
> Maaf ini bukanya gue sok tahu or sok beragama karena gue bodoh and banyak
> dosa sebagai sesama manusia but gue cuma Amar Makruf Nahi Mungkar saling
> mengingatkan untuk kebaikan kita semua but itupun kalau diterima :-)
>
> Btw, Mbak Mondrica gue tidak punya apa apa sama sekali walaupun gue kuliah
>and
> tinggal di SIlicon Valley. Semua yang sama punya adalah milik Allah and
> Alhamdulilah Allah yang Maha Besar and dengan kasih sayangnya memberikan
> kesempatan gue beribadah kuliah, tinngal dan menikmati segala fasilitas di
> Silicon Valley.
>
> Hamba Allah_Nanang
> Mobile/Cell: 650-996-6401
>
>
>
>Asyik Nanang...=)
>Gue setelah kurang lebih hampir beberapa minggu ngga baca Permias, pas
>ngebuka ternyata mulai ramai dengan x&$#!! lagi, he he he. Kenapa Nanang ngga
>mencoba masuk milis milis Islam, seperti apa yah....., kok gue lupa. Temen
>temen yang lain bisa ngasih tau kok anyway. Soalnya pembacanya di milis milis
>Agama Islam mungkin bisa menangkap maksud Nanang lebih baik lagi daripada
>pembaca di Permias yang beragam latar belakangnya. Dan kalau dari pembacanya
>sudah terjalin komunikasi yang baik, lantas berkembanglah yang namanya
>bertukar pikiran.
>
>Di Permias milis ini, yang bisa mempersamakan subscribernya hanya status
>mahasiswa dan lokasinya di Amerika. Padahal ini sangat lemah sekali berhubung
>pola pikir S1, S2 dan S3 bisa berbeda. Belum lagi dengan bidang yang
>dipelajari.
>Jadi lihat saja, selama ini diskusi di Permias sangat sedikit hasilnya.
>Karena diskusi yang ada jarang dapat disetujui untuk menjadi sebuah hasil
>pemikiran.
>
>Ya gue pribadi sih setuju setuju saja dengan Nanang. Tapi kalau boleh memberi
>saran, mungkin tulisan Nanang lebih baik dikonsentrasikan kepada subscriber
>di milis milis berlatarkan Islam. Insya Allah mereka bisa menanggapi tulisan
>Nanang lebih baik lagi.
>
>
>Arya
------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
- FREE Email for the Community