Memang bangkai menuduh bangkai. Hayo siapa yang kemarin menyembah-nyembah Aussie. Anjasmara ------------------------------------------ Kamis, 2 November 2000 Diselidiki, Pasukan SAS Siksa Tawanan di Timtim Canberra, Rabu Pihak Pertahanan Australia (ADF - Australian Defence Force) mengadakan suatu penyelidikan internal, menyusul munculnya pemberitaan di media massa bahwa personel pasukan elite Special Air Service (SAS) Australia-yang merupakan bagian pasukan multinasional PBB-melakukan penyiksaan atas para tawanan anggota milisi antikemerdekaan di Timor Timur (Timtim).Kepala Staf AD Australia Letnan Jenderal Peter Cosgrove, yang memimpin pasukan multinasional guna mengembalikan ketertiban dan perdamaian di Timtim pasca penentuan pendapat tahun lalu, hari Rabu (1/11) di Sydney mengemukakan, dia telah membuka kembali dan melakukan penyelidikan meluas atas tuduhan bahwa pasukan Australia menganiaya milisi antikemerdekaan yang tertangkap. Penegasan ini dikeluarkan setelah harian Courier-Mail yang berbasis di Brisbane hari Rabu melaporkan, mayat dari milisi antikemerdekaan itu-yang dibunuh personel SAS-difoto sebagai kenang-kenangan. Bukan hanya itu, foto tadi mungkin juga digunakan untuk menakut-nakuti tawanan lainnya selama diinterogasi. Menurut Courier-Mail, tuduhan pelanggaran ini terjadi segera setelah sebuah bentrokan antara pasukan penjaga perdamaian dan milisi antikemerdekaan tanggal 6 Oktober tahun lalu. Kejadian ini terjadi dekat Suai, di mana dua personel tentara Australia cedera ringan dan dua milisi tewas. Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Australia mengemukakan, penyelidikan pembuktian sudah berlangsung sejak pertengahan September lalu, setelah munculnya klaim-yang diduga berasal dari kalangan militer-bahwa personel SAS menganiaya tersangka milisi antikemerdekaan yang ditahan di Dili. Mereka kemudian berpose di depan mayat milisi yang dibunuh. "Kami menanggapi tuduhan ini secara serius, namun sejauh ini sepenuhnya belum ada tindakan penting atas mereka," ujar juru bicara ini. "Operasi SAS jelas sangat bebas, namun mereka juga harus disiplin secara organisasi, dan segala yang mereka lakukan di medan harus bisa dipertanggungjawabkan." Letjen Cosgrove menegaskan, jika tuduhan itu terbukti maka jelas ini merupakan tindakan biadab dan perlu diambil tindakan tegas. Dikatakan, pasukan Australia terikat pada Konvensi Geneva dan UU Australia yang mengharuskan mereka memperlakukan tawanan secara manusiawi dan sewajarnya. Tanpa menjelaskan, Cosgrove mengatakan, kasus ini terungkap tahun lalu, namun tanpa dasar, dan sejak itu mencuat ke permukaan. Laporan Courier-Mail ini merupakan yang kedua kalinya menyangkut kasus yang sama. Penyelidikan kali ini melibatkan Polisi Federal dan penyelidik tentara yang mendapat bantuan dari Biro Penyelidik AL serta Kantor Hukum AU Australia. "Saya berharap hasil yang muncul menunjukkan bahwa tentara kami sudah bertindak pantas," tegasnya. Ada sekitar 500 anggota Resimen SAS yang bermarkas di Perth yang memainkan peran kunci dalam operasi di Timtim tahun lalu dan terus berlanjut hingga sekarang. Pasukan SAS yang pertama mendarat di Dili diterjunkan dari udara atau datang melalui kapal selam. Mereka mengamankan Bandara Komoro, Dili, guna mempersiapkan kehadiran pasukan multinasional lainnya pada 20 September 1999. (Reuters/AFP/AP/ppg) _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
