Nah, mari kita simak lagi langkah Aussie ini. Tidak ada yang baru dari manuver-manuver negara penindas Aborigin ini. Herannya, politisi dan pengamat Indonesia pura-pura buta dengan hal ini. Coba baca artikel dari Ichsanul Amal di Kompas hari ini yang bilang Aussie tidak mungkin mendukung Irja merdeka. Padahal Aussie dulu pernah bilang sendiri tidak akan mendukung Timtim merdeka sampai menit terakhir lalu si Howard Coward bikin manuver dengan segala macam alasan. Sekarang kejadiannya sama lagi. Kemarin mau mencaplok Timor Barat dengan membuat huru hara di Atambua. Kapal-kapal perang AS disiagakan untuk mendukung operasi pencaplokan Timor Barat. Segala macam alasan korban UNHCR dilakukan. Lalu mereka membuat manuver dengan memanfaatkan ketololan Gus Dur, dan menyebabkan pembantaian para pendatang akibat jatuhnya korban pendukung OPM. Setelah polisi gelagapan sibuk mengamankan para pendatang yang dibantai, lalu jatuh lagi korban di kelompok OPM. Dengan amunisi ini, Aussie memanfaatkan foto-foto yang dikoleksi antek kolonialis AS yang mengabadikan korban. Tentu saja yang dijepret korban yang lebih hitam saja. Biasa itu sih. Kalau difoto dua-duanya jelas nggak bisa untuk bahan balkanisasi dong. Salah siapa sih ini? Jelas Gus Dur lagi. Sekarang Gus Dur dengan ilmu terbangnya yang hebat itu hendak bikin acara mau mengunjungi Australia. Dengan ilmu walinya itu, Gus DUr mengesampingkan pendapat semua orang. Wali kok dilawan. Ya sudah lah, kita tasbihkan saja Gus Dur jadi wali kesepuluh. Jadinya namanya Wali Sepuluh, bukan wali songo lagi....:) Anjasmara ------------------------------- SUARA PEMBARUAN DAILY Menlu Australia Dukung Papua Merdeka Jakarta, 7 November Menlu Alwi Shihab akan meminta klarifikasi pada Menlu Australia Alexander Downer sehubungan dengan pernyataanya di Sidney Morning Herald tentang tuduhan bahwa Indonesia melakukan pembantaian etnis asli Papua. Di samping itu, Menlu Australia juga mendukung upaya penduduk Papua untuk merdeka. ''Kita juga akan minta klarifikasi masalah itu pada Downer,'' ujar Alwi Shihab di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/11). Ditanya tentang rencana kunjungan Presiden Abdurrahman Wahid ke Australia, Menlu mengatakan, kunjungan itu akan didahului Ministerial Meeting tanggal 30 November 2000. Dikatakan, ada lima menteri yang hadir di sana dari Indonesia, yaitu Menlu Alwi Shihab, Menperindag Luhut Panjaitan, Menteri Muda Urusan Percepatan Pembanguan Kawasan Timur Indonesia Manuel Kaisiepo, Mendiknas Yahya Muhaimin, dan Menteri Muda Urusan Restrukturisasi Perekonomian Nasional Cacuk Sudarijanto. Dalam Ministerial Meeting itulah akan dibahas kerja sama ekonomi kedua negara sekaligus persiapan kunjungan Presiden Gus Dur ke Australia, sehingga diperkirakan Gus Dur melawat ke Australia pertengahan Januari 2001. Alwi juga mengatakan, sikap Australia telah menunjukkan reaksi yang positif tentang hubungan dengan Indonesia. Bahkan Perdana Menteri Australia John Howard telah dua kali minta bertemu Presiden Gus Dur. Howard mengatakan, kita harus saling menghargai karena kalau kita tetap melihat ke belakang kita tidak akan bisa melihat ke depan. ''Kita harus melihat pernyataan Perdana Menteri Australia ini. Mudah-mudahan hari ini ada jawaban dari Kedubes Australia tentang sikap positif mereka sebelum Presiden Gus Dur ke Australia,'' ujarnya. _________________________________________________________________________ Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com. Share information about yourself, create your own public profile at http://profiles.msn.com.
