Rekan Ranti dan teman-teman lain, Dari tahun 1997 sampai dengan sebulan setengah yang lalu (akhir September 2000), saya mengalami hal yang sama dengan anda dan teman-teman lain yang sedang berada di LN, yaitu selalu mengandalkan media online untuk mengetahui segala kejadian di Indonesia. Seringkali pula kita-kita di milis ini saling beropini menanggapi berbagai peristiwa di tanah air. Banyak opini yang baik dan menambah wawasan muncul ketika isi dan sumber berita yang di-refer cukup akurat. namun, tidak kalah banyaknya pula muncul opini yang simpang siur ketika berita yang di-refer kurang akurat. Hal yang terakhir inilah yang sering menjadikan diskusi di milis kita ini menjadi (maaf) kurang berbobot dalam menambah wawasan. Karena sering kebentur dengan hal yang terakhir itu pulalah maka saya sering menunda untuk ikutan berkomentar, karena memang, setelah beberapa hari kemudian, berita mengenai hal ybs menjadi semakin lengkap dan jelas. Apalagi kalau kita juga bisa mengakses Liputan6 SCTV dan Cakrawala (lewat SuaraMerdeka.com). Kalau kita menyadari bahwa media cetak dan media-online selalu mempunyai kendala dead-line, maka, untuk berita-berita yang sifatnya 'continuous', ada baiknya memang kalau kita bersabar menunggu berita yang sepotong- sepotong tsb sampai menjadi utuh dalam beberapa hari kemudian. Lain halnya kalau anda sendiri berada di tanah air, berbagai sumber berita ditambah dengan suasana batin yang ada dapat secara lebih cepat memberikan gambaran yang lebih lengkap disamping kita sendiri dapat memonitor perkembangan berita tsb setiap saat. Saya tidak mengatakan bahwa berita di koran-koran tidak akurat, namun tepatnya, berhati-hati dan bersabarlah sedikit kalau ingin beropini yang bersumber dari suatu berita di media cetak/online. Saya bersedia membantu memberikan klarifikasi atau berita pembanding dengan segala kemampuan saya kalau itu memang diperlukan. Salam, Budi > > Masalah ketepatan informasi memang selalu jadi bahan pertimbangan apakah > berita yang dibaca ataupun yang didengar mencerminkan keadaan yang > sebenarnya atau tidak. Yah, kita sendiri tidak bisa mengklaim bahwa sumber > berita yang kita baca atau dengar adalah sumber yang sebenarnya. > > Anyway, kalau berita dari koran-koran yang ada sekarang ternyata tidak > akurat, mungkin anda bisa kasih ide/saran sumber mana yang ternyata tepat > dan paling dapat dipercaya? > > Atau mungkin anda bersedia jadi koresponden khusus Permias agar para > masyarakat pelajar di sini terhindar dalam mendapatkan berita yang keliru? :) > > > salam, > ranti. > ---------------------------------------------------- This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/
