Hi Buddy!

Sebagai orang bodoh gue cuma ngasih saran kalau boleh, please jangan saling
menghina and menyalahkan sesama saudara setanah air. Orang yang menghina kita
itu belum tentu lebih pintar dari kita and sebaliknya juga.
In addition, orang sabar itu disayang Tuhan.

Hamba Allah di Silicon Valley,
Nanang: WWW.STANFORD.EDU 

"Budi H." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Rekan Iwan,
> 
> Saya masih saja terheran-heran dengan sikap anda dalam
> berdiskusi. Dalam diskusi kali ini, sikap anda
> untuk 'mengalahkan' argumen teman diskusi kelihatan sangat
> menonjol. Inikan sikap kekanak-kanakan. Lagian, yang anda
> coba komentari dalam diskusi ini bukan substansinya. Itupun
> kembali anda salah mengartikan tulisan saya. Sudah gitu,
> berlagak seperti orang yang paling pinter menggunakan
> bahasa Indonesia, pakai nyuruh-nyuruh orang memperbaiki
> tulisannya. Laiya, anda itu siapa dul.....? Seorang alumni
> ekonomi UI yang lagi ngambil S-2 di Cleveland kok kemampuan
> analisisnya seperti ini ...., Sombong lagi....
> 
> Coba cermati kembali yang anda tulis ini:
> 
> > Rekan Budi, biasakan gunakan kata yg tepat.
> > Bila yg anda maksud adalah SEBAGIAN BESAR,
> > tulislah dengan menggunakan kata tersebut,
> > jangan ditulis dengan menggunakan kata SELALU.
> >
> > Kata SELALU akan berarti SELALU, dan bukan
> > berarti SEBAGIAN BESAR.
> 
> Sekali lagi, yang saya tulis adalah SELALU MENGANDALKAN,
> bukan hanya kata SELALU. Kalau ingin membahas ini, cobalah
> artikan dua kata berurutan tsb, jangan dipisah-pisah. Lalu
> laporkan ke Depdiknas sana (karena kelihatannya di milis
> ini nggak ada yang tertarik dengan diskusi tentang SELALU
> ini).
> 
> Kalau anda tidak setuju dengan yang saya tulis berkaitan
> dengan subyek tulisan ini, bilang saja tidak setuju, titik.
> Itu malah lebih manis. Lagian, apa bener sih anda
> mendapatkan berita dari tanah air lebih banyak proporsinya
> dari sumber lain dibandingkan dengan dari media
> cetak/online? Jujur sajalah........
> 
> Satu lagi yang ingin saya komentari:
> 
> Saya tidak mau
> > berpanjang pada hal ini karena apa yg saya sampaikan
> sifatnya
> > adalah untuk perbaikan. Bila memang anda anti perbaikan,
> > maka silahkan saja tetap pada kebiasaan menggunakan kata
> > yg tidak tepat.
> 
> Ini khan menunjukkan kalau anda itu orangnya keminter dan
> tukang maksa. Anda menganggap tulisan anda benar dan yang
> tidak sesuai dengan anda adalah salah dan harus diperbaiki,
> wow......!!! (IAN: akan gue bahas nih kata KEMINTER, ini
> khan bukan bhs Indonesia yang baik. Mana pula ada TUKANG
> maksa, yang ada khan TUKANG patri, TUKANG cukur, TUKANG
> insinyur....???? Eh ada lagi, TUKANG roti, TUKANG pak Ogah,
> TUKANG luar negeri yang minta dihapuskan karena susah
> bayarnya, TUKANG ukuran 34-B, dan TUKANG-TUKANG lainnya).
> 
> Salam,
> Budi
> 
> ----------------------------------------------------
> This email was sent using http://webmail.cbn.net.id/


____________________________________________________________________
Get free email and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1

Kirim email ke