Menurut paradigma konvensional, seorang pembuat email/surat bisa
dikatakan memperoleh keuntungan bila inisiatifnya itu dibalas oleh si
penerima. Katakanlah 0 dan 100 <masing-masing untuk "tidak dibalas" dan
"dibalas">
Namun perkembangan sistem telekomunikasi/sistem komunikasi sekarang
memungkinkan sebuah email/surat yang dikirimkan dipastikan memperoleh
keuntungan. Jadi baik "dibalas" maupun "tidak dibalas" akan memperoleh
keuntungan.
Tinggal bagaimana kita mencari berbagai data yang memungkinkan
keuntungan tetap diperoleh meskipun email/surat yang kita kirim tidak
dibalas. Katakanlah 10 dan 100 <masing-masing untuk "tidak dibalas" dan
"dibalas">. Meskipun hanya 10 yang jelas memperoleh keuntungan. Nah,
bagaimana kita usahakan agar selisih antara keduanya terus mengecil.
Misalkan menjadi 20 - 100
Dengan pola berpikir seperti itu maka kita tidak perlu takut mengirim
email/surat kepada mereka yang susah menulis email/surat, mereka yang sering
jual mahal dalam membuat email/surat, atau mereka yang karena
gengsi/martabat/sentimennya tidak mau membalas surat/email.
Nah, bagaimana caranya? Silakan anda cari sendiri formulanya.
Salam,
Nasrullah Idris
----------------------
P.O. Box 1380 - Bandung 40013
Bidang Studi : Reformasi Sains Matematika Teknologi
http://bdg.centrin.net.id/~acu
Email Lain : [EMAIL PROTECTED] <untuk darurat saja>