http://www.jawapos.co.id/print/index.php?view=detail&id=41298

Todung Dubes di AS?

WASHINGTON - Setelah lowong tiga bulan, jabatan duta besar RI untuk Amerika
Serikat bakal diisi orang baru. Ada beberapa nama yang saat ini dirumorkan
akan mengisi pos strategis itu.

Nama Nugroho Wisnumurti yang di era pemerintahan sebelumnya paling dijagokan
kini meredup dari pembicaraan. Wartawan Jawa Pos di Washington DC Ramadhan
Pohan melaporkan tadi malam, proses penunjukan Dubes baru RI di AS tampak
cukup memakan waktu. Kursi Dubes RI di negeri adidaya ini praktis kosong
ketika Dorodjatun Kuntjoro-Jakti menerima surat akhir jabatan Dubes-nya pada
Juni lalu.

Yang paling gres rumor Dubes di ibu kota AS ini adalah munculnya nama Todung
Mulya Lubis. Beberapa sumber di Washington DC terang-terangan menyebut
peluang Todung, pakar dan praktisi hukum yang juga pengacara majalah kondang
AS Time.

"Saya mendengar rumor dia akan menjadi ambassador di sini. Saya kira nama Mr
Lubis cukup baik juga," kata sumber AS beberapa pekan lalu.

Tampaknya, ada beberapa alasan di balik mengemukanya nama Todung di kalangan
AS. Yakni dikaitkan dengan keterlibatan dia di kalangan hukum dan LSM AS.
Sebagai figur yang lama berkecimpung di bidang hukum dan hak asasi (HAM),
Todung bukan nama baru di kalangan AS yang terlibat urusan Indonesia.
Karakter dan sikap kritis Todung terhadap soal-soal hukum dan HAM dianggap
memudahkan hubungan Indonesia dengan LSM-LSM AS dan Capitol Hill (Kongres
dan Senat AS, Red) yang selama ini sangat vokal mengkritisi Indonesia.

"Dari segi reputasi dan pergaulan internasional, dia (Todung, Red) memang
cukup diakui. Master dan doktor ilmu hukumnya saya dengar juga dari sini
(AS, Red)," timpal sumber.

Sumber-sumber mengakui, Todung cukup layak menjadi Dubes di AS yang
merupakan pos terpenting perwakilan RI di luar negeri. Yang menjadi soal
siapa yang menjadi Dubes sebenarnya lebih merupakan urusan dalam negeri
Indonesia.

Todung bersama Abdillah Toha, Anggito Abimanyu, Rizal Sukma, T. Legowo,
Clara Yuwono, dan Cornelis Lay saat ini berada di ibu kota AS menghadiri
undangan sebagai pembicara diskusi tertutup lembaga pengkajian di AS.
Dikonfirmasi Jawa Pos soal namanya dirumorkan menjadi Dubes di AS, Todung
terdiam sebentar.

"No comment-lah," kata Todung singkat.

Didesak lagi, Todung secara halus mengalihkan pembicaraan ke soal-soal yang
sedang hangat di internasional dan tanah air. Pria Batak yang bertutur kata
halus -barangkali karena Todung suka bikin puisi dan fanatik sastra- itu
seperti merasa tidak pantas berbicara membahas diri sendiri.

Ketika Presiden Megawati Soekarnoputri dan delegasi RI berada di Washington
pekan lalu, soal kursi Dubes sempat terangkat. Anggota Komisi I DPR RI
Yasril Ananta Baharuddin mengatakan, penetapan Dubes baru untuk AS akan
secepatnya digarap setelah delegasi tiba di Jakarta. Keseluruhan proses ini
digarap bersama lewat DPR dan presiden RI yang putusan akhirnya berada di
tangan presiden.

Nama Todung kini melengkapi kandidat yang terlebih dahulu mengemuka Sumadi
Brotodiningrat. Sumadi dikenal diplomat unggulan Deplu RI dan tangkas dalam
diplomasi ekonomi. Reputasi dia -sosok yang dikenal ramah dan cekatan
menggalang hubungan dengan kalangan bisnis- dikenal bagus di Pejambon. Saat
ini Sumadi masih menjadi Dubes di KBRI Tokyo, pos perwakilan yang tipis di
bawah Washington.

Karena itu, Todung dan Sumadi sama-sama berbobot dan layak menempati nomor
satu KBRI Washington DC. Todung mempunyai kelebihan dalam background hukum,
LSM, dan HAM, sedangkan Sumadi berlatar diplomat karier yang unggul dengan
diplomasi ekonomi.

Latar belakang mana yang disukai AS? Tampaknya, mereka -Todung dan Sumadi-
sama-sama disambut oke.

"Yang penting jangan dari tentara," kata sumber akademisi dan praktisi HAM
kepada Jawa Pos dalam waktu dan tempat terpisah.

http://www.jawapos.co.id/print/index.php?view=detail&id=41298

_________________________________________________________________
Get your FREE download of MSN Explorer at http://explorer.msn.com/intl.asp

Kirim email ke