On Sat, Nov 10, 2001 at 05:11:33PM -0700, Faransyah Jaya wrote:

> ada yang bisa ngasih sumber asli/ alamat website tentang peraturan ini ?
> just want to make sure...


Jelas jelas forward dari Radio Voice of America (voa.gov) kenapa nggak email
langsung VOA nya ?

>
> faran
>
>
> --- Irwan Hadi <[EMAIL PROTECTED]>
> > wrote:
> >Part: 1
> ><pre></pre>Part: 2
> >From : [EMAIL PROTECTED]
> >
> >To : "Radio Suara Amerika" <[EMAIL PROTECTED]>
> >
> >Date : Sat, 10 Nov 2001 13:28:42 -0700
> >
> >Subject : Peraturan Visa Baru
> >
> >
> ><pre>Peraturan Visa Baru
> >disiarkan: November 10, 2001
> >-----------------------
> >Pemerintah Amerika mulai menjalankan masa tunggu selama 20 hari bagi
> >orang laki-laki dari sejumlah negara yang penduduknya mayoritas islam,
> >termasuk Indonesia, yang minta visa untuk datang ke Amerika.  Peraturan
> >ini dikeluarkan untuk mencegah terulangnya serangan terror seperti yang
> >terjadi tanggal 11 September lalu.
> >
> >Para pejabat pemerintah Amerika mengakui adanya kepekaan politik dalam
> >memberlakukan masa tunggu yang lebih panjang bagi calon pengunjung yang
> >akan datang ke Amerika dari negara-negara yang penduduknya mayoritas
> >islam.
> >
> >Kata para pejabat itu, kebijaksanaan baru tadi, yang  mungkin akan
> >dijalankan selama beberapa bulan, adalah tindakan keamanan untuk
> >melindungi rakyat dan negara Amerika setelah terjadinya serangan
> >terroris yang dilakukan oleh 19 orang pria Arab yang punya hubungan
> >dengan jaringan terror al-Qaida.
> >
> >Mulai minggu depan, para pelamar visa yang datang ke kedutaan dan
> >konsulat Amerika di 26 negara Arab dan negara lainnya, yang punya
> >penduduk mayoritas islam, akan diberi-tahu bahwa ada masa tunggu selama
> >20 hari sebelum keputusan dikeluarkan.  Ini berlaku bagi semua pelamar
> >visa laki-laki yang berumur antara 16 dan 45 tahun.  Nama-nama mereka
> >akan dikirim ke Washington untuk dicek dengan teliti.
> >
> >Ke-26 negara itu adalah: Afghanistan, Aljazair, Bahrain, Djibouti,
> >Mesir, Eritrea, Indonesia, Iran, Irak, Jordania, Kuwait, Libanon, Libya,
> >Malaysia, Maroko, Oman, Pakistan, Qatar, Arab Saudi,Somalia, Sudan,
> >Syria, Tunisia, Turki, Persatuan Emirat Arab dan Yemen.
> >
> >Sebelum ini, banyak permohonan visa diberikan dengan segera setelah
> >diadakan pengecekan cepat dengan komputer, atau visanya dikeluarkan
> >hanya beberapa hari kemudian.
> >
> >Masa tunggu yang 20-hari itu akan memungkinkan  para pejabat keamanan
> >Amerika mengecek nama-nama serta informasi yang diberikan oleh para
> >pelamar visa tadi dengan menggunakan pangkalan data komputer atau
> >database yang ada di Washington.  Keterangan yang ada dalam data base
> >itu terus diperbaharui sesuai dengan informasi yang masuk dari
> >sumber-sumber intellijen Amerika.
> >
> >Kata para pejabat departemen LN Amerika, masa tunggu 20-hari itu akan
> >dihapuskan dalam waktu beberapa bulan setelah selesainya pembaharuan
> >data base di Amerika, dan permohonan visa yang masuk dari seluruh dunia
> >bisa ditangani  dengan seragam.
> >
> >Menteri LN Colin powell dalam wawancara televisi hari Jumat mengatakan
> >tidak tahu apakah ada protes diplomatik yang diajukan negara asing atas
> >kebijaksanaan visa Amerika itu. dia berharap negara-negara yang terkena
> >akan  memahami alasan pemerintah Amerika itu.  Katanya:
> >
> >&quot;Kami sadar akan dampak peraturan ini bagi sahabat-sahabat dan sekutu
> >kami di seluruh dunia, dan  saya harap mereka bisa memahami alasan
> >keamanan kami itu.  Kami akan menjelaskan kepada mereka bahwa Amerika
> >akan tetap menjadi negara yang terbuka.  Kami akan menyambut orang-orang
> >asing yang datang berkunjung, untuk jalan-jalan dan untuk belajar.
> >Karena Amerika adalah masyarakat yang terbuka.&quot;
> >
> >Tapi Powell juga mengatakan, dalam masa krisis dan tegang, para petugas
> >keamanan harus tahu siapa-siapa saja yang akan datang ke Amerika, dan
> >akan mengecek nama-nama serta identitas mereka lewat data base yang
> >dihimpun oleh jawatan-jawatan intellijen dan badan-badan penegakan
> >hukum.
> >
> >Para pelamar visa juga akan diminta mengisi formulir yang menjelaskan
> >apakah mereka pernah menjalani dinas militer, pernah mendapat latihan
> >senjata, negara mana saja yang pernah dikunjungi, dan apakah mereka
> >pernah kehilangan paspor.
> >
> >Sebagian besar pembajak pesawat terbang yang melancarkan serangan
> >teroris di New York dan Washington bulan September lalu adalah warga
> >Arab Saudi.  Banyak dari mereka masuk ke Amerika secara sah, tapi ada
> >beberapa orang yang masuk menggunakan visa belajar dan terus tinggal di
> >Amerika setelah habis masa berlakunya, atau melanggar peraturan Amerika
> >lainnya yang masih berlaku.
> >
> >                        --------//---------
> >
> >---
> >You are currently subscribed to rasa-l as: [[EMAIL PROTECTED]]
> >To unsubscribe, forward this message to [EMAIL PROTECTED]
> ></pre>
>
> _____________________________________________________________
> Washington DC's Largest FREE Email service. ---> http://www.DCemail.com ---> A 
>Washington Online Community Member --->
> http://www.DCpages.com

Kirim email ke